
Badiri (Humas), Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Badiri melaksanakan pendampingan pengukuran arah kiblat di Musholla Madinatul Quran, Lingkungan III, Kelurahan Lopian, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, pada hari selasa, 27 Oktober 2026. Kegiatan tersebut dihadiri oleh staf KUA Kecamatan Badiri yaitu Maruli Harahap,S.H.I dan Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Kasi Bimas Islam) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah yaitu Bincar Halomoan Siregar,S.Ag dan Suhadi Surya Dharma, S.E serta pengelola musholla Madinatul Quran Lingkungan III, Kelurahan Lopian, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Kehadiran jajaran Kementerian Agama ini merupakan bentuk dukungan terhadap pelayanan bimbingan keagamaan kepada masyarakat, khususnya dalam hal penentuan arah kiblat yang tepat sebagai pedoman umat Islam dalam melaksanakan ibadah salat.
Metode pengukuran arah kiblat merupakan cara atau teknik yang digunakan untuk menentukan arah menuju Ka’bah di Masjidil Haram, Makkah, dari suatu lokasi di permukaan Bumi. Pengukuran arah kiblat di musholla Madinatul Quran ini menggunakan kompas, camera GPS, penggaris siku 1 meter, patok tanah beserta benang nilon dan Laptop. Penggunaan alat-alat tersebut bertujuan untuk menentukan arah kiblat yang menghadap ke Ka’bah di Masjidil Haram, Makkah, berdasarkan perhitungan dan pengamatan yang sesuai dengan kaidah ilmu falak.
Dalam upaya memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat, staf Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Badiri menunjukkan komitmennya melalui kegiatan pengukuran arah kiblat di Musala Madinatul Quran. Maruli Harahap, S.H.I mewakili KUA Kecamatan Badiri mengatakan, “Pengukuran arah kiblat di Musala Madinatul Quran merupakan kegiatan yang penting untuk memastikan bahwa arah kiblat yang digunakan oleh jamaah sudah sesuai dengan hasil perhitungan ilmu falak. Melalui pengukuran ini, kami berharap dapat memberikan kepastian kepada pengurus musala dan masyarakat mengenai ketepatan arah kiblat dalam pelaksanaan ibadah salat.”
Bagi staf KUA Kecamatan Badiri, kegiatan ini bukan sekadar mengukur sudut atau menentukan arah, melainkan juga bentuk pengabdian kepada masyarakat. Di balik penggunaan alat ukur dan perhitungan astronomis, terdapat tanggung jawab untuk memberikan pelayanan yang bermanfaat bagi umat, khususnya dalam membantu memastikan arah kiblat tempat ibadah.
Pengurus Musala Madinatul Quran menyambut baik kedatangan petugas Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Badiri bersama Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Kasi Bimas) Islam dalam rangka pelaksanaan pengukuran arah kiblat di Musala Madinatul Quran. Kegiatan ini dinilai sebagai bentuk perhatian dan pelayanan pemerintah kepada masyarakat, khususnya dalam memastikan ketepatan arah kiblat sebagai pedoman pelaksanaan ibadah salat. “Kami sangat berterima kasih atas kedatangan pihak KUA Kecamatan Badiri bersama Kasi Bimas Islam ke Musala Madinatul Quran. Kehadiran mereka merupakan bentuk perhatian yang sangat berarti bagi kami sebagai pengurus musala. Melalui kegiatan pengukuran ini, kami berharap arah kiblat musala dapat dipastikan dengan tepat sehingga jamaah dapat melaksanakan ibadah salat dengan lebih tenang dan khusyuk,” ungkap salah seorang pengurus musholla.
Pengukuran arah kiblat di Musala Madinatul Quran, KUA Kecamatan Badiri berharap dapat menjadi langkah positif dalam meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan di Kecamatan Badiri serta menunjukkan bahwa pelayanan keagamaan tidak hanya berkaitan dengan administrasi, tetapi juga menyentuh kebutuhan masyarakat dalam menjalankan ibadah sehari-hari. Ketelitian dalam pengukuran, kesungguhan dalam bekerja, dan semangat melayani menjadi bagian penting dari upaya menghadirkan pelayanan keagamaan yang profesional dan terpercaya.
Arah kiblat yang tepat, pelayanan yang amanah, dan pengabdian yang tulus menjadi semangat dalam setiap langkah staf KUA Kecamatan Badiri untuk mendampingi masyarakat. Semoga kegiatan ini membawa manfaat bagi jamaah Musala Madinatul Quran serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan KUA dalam bidang pengukuran arah kiblat.