
Tapanuli Tengah (Humas) – Pasca banjir yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah pada 23 Oktober 2026 lalu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah bersama Kepala Seksi Pendidikan Islam (Kasi Pendis) melakukan kunjungan kerja dan monitoring langsung ke MIN 7 Tapanuli Tengah, Selasa (28/10/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi sarana prasarana madrasah pasca terendam banjir serta memberikan dukungan moril kepada para guru dan siswa. Diketahui, banjir akibat luapan Sungai Sibuluan serta jebolnya tanggul di beberapa titik telah berdampak pada masyarakat dan merendam sejumlah fasilitas umum termasuk kompleks madrasah di kecamatan pandan dan Sarudik dan sekitarnya. MIN 7 Tapanuli Tengah sendiri sempat terendam hingga setinggi lutut orang dewasa, yang mengakibatkan ruang kelas, kantor guru, dan kantor kepala madrasah lumpuh dan dipenuhi lumpur.
Dalam kunjungan tersebut, Kepala Kantor Kemenag Tapanuli Tengah H. Awaluddin Habibi Siregar, S.Ag., MM meninjau langsung ruang kelas yang masih dalam tahap pembersihan, memeriksa dokumen administrasi yang terdampak, serta berdialog dengan kepala madrasah dan dewan guru. “Kami datang untuk melihat langsung kondisi madrasah kita tercinta. Prioritas utama adalah memastikan proses belajar mengajar bisa segera kembali normal dan aman bagi siswa. Kami juga akan segera berkoordinasi untuk bantuan sarana kebersihan dan perbaikan ringan,” ujar Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Tapanuli Tengah
Sementara itu, Kasi Pendis, Syamsul Simanjuntak, S.Pd., MM., menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan pendataan cepat terhadap kerusakan dan kebutuhan mendesak madrasah-madrasah yang terdampak banjir di wilayah Tapanuli Tengah, agar bantuan dapat disalurkan tepat sasaran.
Kepala MIN 7 Tapanuli Tengah, Hj. Juslaini Munthe, S.Ag., MM., menyambut baik kunjungan tersebut dan mengucapkan terima kasih atas perhatian dari Kemenag Tapteng. Ia menjelaskan bahwa pasca banjir surut, seluruh guru, siswa langsung melakukan gotong royong membersihkan sisa lumpur dan material banjir. Pada saat yang sama bantuan datang dari guru, siswa MAN 3 Tapanuli Tengah dan Damkar Kab. Tapanuli Tengah
“Semangat gotong royong guru dan murid luar biasa. Kami bahu-membahu membersihkan kelas agar anak-anak bisa segera belajar kembali, terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang ikut membantu membersihkan sisa material pasca banjir dan dan mari kita doa bersama agar musibah banjir tidak terulang kembali dan kegiatan belajar mengajar di MIN 7 Tapanuli Tengah dapat segera pulih sepenuhnya, ujarnya