
Lumut (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lumut turut serta memeriahkan Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 yang digelar di SMKN 1 Lumut, Rabu (28/10/2026). Upacara tahun ini mengusung tema nasional “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia” sebagai pengingat jati diri pemuda Indonesia.Upacara berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan di halaman SMKN 1 Lumut.
Jajaran KUA Lumut hadir lengkap bersama Kepala KUA, penghulu, staf dan penyuluh agama Islam, berbaur bersama kepala sekolah, dewan guru, Ka. Instansi se- Kecamatan Lumut, Kades/ Lurah se- Kecamatan Lumut, Kepala SEkolah se- Kecamatan Lumut, Satpol PP Kecamatan Lumut, BPBD Kecamatan Lumut dan ratusan siswa.
Kehadiran KUA Kecamatan Lumut menjadi simbol nyata komitmen Kementerian Agama dalam pembinaan generasi muda. Bertindak sebagai pembina upacara, Sekretaris Camat Kecamatan Lumut membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga yang menekankan tiga karakter utama pemuda saat ini. Patriotik berarti cinta tanah air yang tidak hanya diucapkan, tetapi dibuktikan dengan menjaga persatuan. Hal ini sangat selaras dengan tugas KUA dalam merawat kerukunan.
Kepala KUA Kecamatan Lumut, Ahmad Putra Tanjung, S.H.I., dalam keterangannya usai upacara menyampaikan bahwa tema tahun ini sangat relevan dengan kondisi pemuda hari ini. Menurutnya, pemuda harus gigih, tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan zaman, termasuk tantangan moral dan paham keagamaan yang menyimpang.”Gigih itu artinya ulet, pekerja keras, dan tidak instan.
Kami di KUA melihat banyak pemuda yang hebat, tapi harus diarahkan. Melalui bimbingan remaja masjid dan penyuluhan di sekolah, kami ingin membentuk pemuda yang gigih dalam belajar, gigih dalam beribadah, dan gigih dalam berkarya,” jelas Kepala KUA Lumut. Lebih lanjut, ia menyoroti poin ketiga yakni Berempati. Menurutnya, empati adalah kunci hilangnya tawuran, bullying, dan intoleransi di kalangan pelajar.
Pemuda yang berempati akan peka terhadap penderitaan orang lain, peduli lingkungan, dan menghormati perbedaan suku dan agama, yang merupakan cerminan Islam rahmatan lil alamin.Ia berpendapat, jika tiga karakter ini patriotik, gigih, dan berempati dimiliki oleh pemuda Lumut, maka bonus demografi akan menjadi berkah, bukan musibah. Pemuda tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi aktor utama pembangunan Indonesia Emas 2045.
Kepala SMKN 1 Lumut, Sumarno, M.SI., mengapresiasi keterlibatan aktif KUA Lumut. Menurutnya, sinergi antara sekolah vokasi dengan KUA sangat penting untuk membentuk siswa yang tidak hanya kompeten secara skill, tetapi juga kuat secara karakter dan akhlak. Upacara ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Kepala KUA Kecamatan Lumut, memohon agar arwah para pahlawan pemuda 1928 diterima di sisi Allah SWT dan agar pemuda Indonesia saat ini diberikan kekuatan untuk menjaga keutuhan NKRI.
Keikutsertaan KUA Lumut bertujuan untuk menanamkan nilai nasionalisme, memperkuat sinergi lintas instansi, dan membina karakter pemuda yang cinta tanah air serta berakhlak mulia. Melalui upacara yang tertib, pembacaan ikrar Sumpah Pemuda, dan doa bersama yang dipimpin penyuluh agama, seluruh peserta berkomitmen untuk mengamalkan semangat Sumpah Pemuda dalam kehidupan sehari-hari demi Indonesia yang rukun dan maju.
Dengan semangat “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, KUA Lumut berharap peringatan Sumpah Pemuda ke-98 ini menjadi momentum kebangkitan pemuda di Kecamatan Lumut untuk lebih cinta tanah air, pantang menyerah, dan peduli terhadap sesama demi Indonesia yang rukun dan maju.