
Sibabangun (Humas) – Aparatur Sipil Negara (ASN) KUA Kecamatan Sibabangun kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pembinaan keagamaan warga binaan dengan mengisi tausiah di Lapas kelas II A Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kamis (19/02/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Al-Ikhlas Lapas kelas II A Sibolga dengan suasana yang penuh kekhusyukan dan kehangatan. Sebanyak 50 Narapidana yang beragama Islam turut hadir mengikuti kegiatan tersebut. Tausiah ini menjadi bagian dari pembinaan rohani rutin bagi warga binaan.
Acara tersebut dihadiri Mhd Tanwir Majid Sipahutar S.Fil.I selaku penyuluh agama Islam kecamatan Sibabangun yang turut mendampingi jalannya kegiatan. Kehadiran penyuluh menunjukkan dukungan penuh terhadap program pembinaan mental dan spritual bagi para narapidana. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh perhatian dari seluruh peserta. Warga binaan tampak antusias menyimak setiap pesan yang disampaikan.
Dalam tausiahnya, Moch Hatta S.Ag selaku ASN KUA Sibabangun menyampaikan pentingnya meningkatkan kualitas keimanan, khususnya menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Ia menegaskan bahwa setiap insan beriman dipanggil oleh Allah SWT untuk menjalankan ibadah puasa sebagai bentuk ketaatan. Puasa bukan hanya sekedar menahan lapar dan dahaga, melainkan sarana pembentukan karakter dan ketakwaan. Momentum ini diharapkan menjadi titik balik perubahan diri menuju pribadi yang lebih baik.
Hatta juga mengutip firman Allah SWT dalam surah Al-Baqarah 58-60. Kandungan maknanya bahwa rendah hati dan memohon ampun merupakan sebab turunnya rahmat, meremehkan perintah Allah dapat mendatangkan azab. Azab datang karena kezaliman dan kefasikan manusia itu sendiri, Allah maha kuasa memberi pertolongan dengan cara yang tidak terduga, mukjizat nabi Musa sebagai bukti kekuasaan Allah. Pesan ini disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh seluruh warga binaan.
Lebih lanjut, ia mengajak para narapidana untuk menjadikan masa pembinaan di Lapas sebagai waktu refleksi diri dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT. Setiap manusia, menurutnya, memiliki kesempatan untuk berubah dan memperbaiki kesalahan masa lalu. Ia menekankan bahwa pintu taubat selalu terbuka bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh ingin kembali kejalan yang benar. Suasana haru pun terasa ketika sebagian warga binaan tampak tersentuh dengan nasihat yang diberikan.
Kegiatan tausiah ini diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi warga binaan dalam menyambut Ramadan dengan hati yang bersih dan niat yang tulus. Pembinaan keagamaan seperti ini menjadi bukti bahwa dakwah dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Dengan kegiatan ini, diharapkan para warga binaan semakin termotivasi untuk menjadi pribadi yang lebih bertakwa dan siap kembali ketengah masyarakat dengan perubahan positif.