Menguatkan Panca Cinta di Madrasah, Kemenag Tapteng Gelar Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta

Tapanuli Tengah (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah melalui Seksi Pendidikan Islam (Pendis) menggelar Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bagi kepala madrasah dan guru di lingkungan madrasah Kecamatan Barus Kabupaten Tapanuli Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat implementasi nilai-nilai Panca Cinta sebagai fondasi pembentukan karakter peserta didik yang berakhlak mulia, moderat, dan berwawasan kebangsaan.10/06

Kegiatan yang berlangsung dengan penuh antusias tersebut dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah, Dr.H. Awaluddin Habibi Siregar, S.Ag., MA. Dalam arahannya, Awaluddin Habibi Siregar menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan salah satu transformasi pendidikan yang menempatkan nilai-nilai kasih sayang, penghormatan terhadap sesama, kepedulian lingkungan, dan kecintaan terhadap bangsa sebagai bagian integral dalam proses pembelajaran di madrasah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Seksi Pendidikan Islam (Kasi Pendis) Kemenag Tapanuli Tengah, Syamsul Simanjuntak yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan pelatihan sebagai upaya peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan madrasah. Syamsul Simanjuntak berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta dalam kegiatan belajar mengajar di madrasah masing-masing.

Ketua panitia kegiatan dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan ini diikuti oleh kepala madrasah, wakil kepala madrasah, serta guru dari berbagai jenjang madrasah di Kabupaten Tapanuli Tengah. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai konsep, strategi, dan praktik implementasi Kurikulum Berbasis Cinta sehingga dapat diterapkan secara efektif di lingkungan madrasah.

Sebagai narasumber, hadir Kepala Tim Kurikulum Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara beserta Staf Kurikulum Pendidikan Madrasah (Penmad) Kanwil Kemenag Sumut. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan filosofi, arah kebijakan, serta strategi implementasi Kurikulum Berbasis Cinta yang menitikberatkan pada penguatan karakter peserta didik melalui nilai-nilai Panca Cinta, yaitu cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, cinta kepada ilmu pengetahuan, cinta kepada diri sendiri dan sesama, cinta kepada lingkungan, serta cinta kepada bangsa dan negara.

Narasumber juga menekankan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta bukanlah kurikulum baru yang menggantikan kurikulum yang berlaku, melainkan pendekatan dan paradigma pendidikan yang menjiwai seluruh proses pembelajaran. Melalui pendekatan ini, guru diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang inklusif, humanis, menyenangkan, dan berorientasi pada penguatan karakter peserta didik.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti sesi diskusi, tanya jawab, dan praktik penyusunan perangkat pembelajaran yang terintegrasi dengan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi dan berbagi pengalaman dalam mengimplementasikan pendidikan karakter di madrasah.

Melalui pelatihan ini, Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah berharap seluruh madrasah mampu menjadi pelopor dalam membangun budaya belajar yang berlandaskan cinta, kasih sayang, toleransi, dan kepedulian, sehingga lahir generasi yang unggul, berakhlakul karimah, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.