
Barus (Humas) — Dalam rangka mempersiapkan peserta didik menghadapi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026, MIN 1 Tapanuli Tengah mengikuti kegiatan Simulasi OMI pada Minggu, 6 September 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh enam peserta didik yang mewakili madrasah pada bidang Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) serta Matematika.
Pelaksanaan simulasi menjadi salah satu tahapan penting dalam mempersiapkan peserta didik agar lebih memahami mekanisme pelaksanaan kompetisi. Selain mengukur kemampuan akademik, simulasi juga menjadi sarana untuk melatih kesiapan mental, konsentrasi, ketelitian, serta kemampuan peserta dalam mengelola waktu saat menghadapi kompetisi. Pada pelaksanaan simulasi tersebut, MIN 1 Tapanuli Tengah mendapatkan dua sesi, yakni sesi ke-2 dan sesi ke-4. Sesi ke-2 dilaksanakan pada pukul 10.00 WIB dengan mata pelajaran IPAS, sedangkan sesi ke-4 dilaksanakan pada pukul 15.30 WIB dengan mata pelajaran Matematika.
Pada sesi ke-2 bidang IPAS, MIN 1 Tapanuli Tengah diwakili oleh tiga peserta didik, yaitu Alifah Zebua, Armansyahputra Tanjung, dan Rizky Alamsyah. Ketiganya mengikuti simulasi dengan penuh kesungguhan dan berusaha memberikan kemampuan terbaik dalam menyelesaikan soal yang diberikan. Sementara itu, pada sesi ke-4 bidang Matematika, tiga peserta didik lainnya dipercaya mewakili MIN 1 Tapanuli Tengah, yaitu Devra Iswandi Pohan, Ryan Nur Aliansyah, dan Solahhuddin Siambaton. Para peserta mengikuti simulasi dengan tertib dan penuh konsentrasi sebagai bagian dari persiapan menghadapi OMI 2026.
Kepala MIN 1 Tapanuli Tengah, Agussalim Batubara, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasi dan dukungannya kepada seluruh peserta didik yang telah mengikuti simulasi. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan potensi sekaligus memperoleh pengalaman berkompetisi di tingkat yang lebih luas.
“Simulasi ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan peserta didik. Kami berharap para siswa dapat mengikuti setiap tahapan dengan sungguh-sungguh, terus belajar, dan menjadikan pengalaman ini sebagai motivasi untuk meningkatkan kemampuan serta meraih prestasi,” ujar Agussalim.
Dalam pelaksanaannya, seluruh tenaga pendidik MIN 1 Tapanuli Tengah turut memberikan pendampingan dan motivasi kepada peserta didik. Pembinaan dilakukan sebagai bentuk komitmen madrasah dalam mengembangkan potensi siswa, khususnya dalam bidang akademik.
Melalui Simulasi OMI, madrasah juga dapat melakukan evaluasi terhadap kesiapan peserta didik. Hasil simulasi diharapkan dapat menjadi bahan masukan untuk melakukan pembinaan dan persiapan lebih lanjut sebelum peserta didik mengikuti tahapan kompetisi berikutnya. Keikutsertaan MIN 1 Tapanuli Tengah dalam Simulasi OMI 2026 merupakan bagian dari upaya madrasah dalam membangun budaya berprestasi, kompetitif, dan berkelanjutan. Madrasah terus mendorong peserta didik agar berani mengembangkan kemampuan, mengikuti berbagai kompetisi, serta menjadikan setiap pengalaman sebagai proses pembelajaran.
Dengan dukungan kepala madrasah, para guru serta siswa siswi MIN 1 Tapanuli Tengah berharap keenam peserta dapat terus meningkatkan kemampuan dan memberikan hasil terbaik dalam pelaksanaan OMI 2026. Enam peserta didik, dua bidang kompetisi, dan satu semangat untuk mengharumkan nama madrasah.
MIN 1 Tapanuli Tengah terus berkomitmen melahirkan generasi madrasah yang unggul, berkarakter, kompeten, dan berprestasi.