Rawat Nilai Sejarah dan Religi, Kemenag Tapanuli Tengah Gelar Ziarah Makam ke Papan Tinggi Kecamatan Barus

Tapanuli Tengah (Humas) — Dalam rangka menjaga dan mengenang nilai-nilai sejarah serta memperkuat semangat religius, jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah melaksanakan ziarah dan doa bersama di Kompleks Makam Papan Tinggi, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Dalam kegiatan tersebut, rombongan Kemenag Tapanuli Tengah didampingi oleh Kepala KUA Kecamatan Sorkam Barat, Kepala KUA Kecamatan Sorkam, Kepala KUA Kecamatan Pasaribu Tobing, Kepala KUA Kecamatan Sosorgadong. Kehadiran para Kepala KUA turut memberikan nuansa kekeluargaan sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dalam kegiatan religi dan pelestarian sejarah tersebut.

Ziarah dilaksanakan dalam suasana khidmat. Rombongan memanjatkan doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama dan tokoh agama yang telah berjasa dalam perjalanan perkembangan Islam di kawasan Barus.

Makam Papan Tinggi merupakan salah satu situs bersejarah dan religi yang memiliki nilai penting bagi masyarakat. Keberadaan situs tersebut menjadi pengingat akan panjangnya perjalanan sejarah Islam di Barus yang dikenal sebagai salah satu wilayah penting dalam sejarah penyebaran Islam di Nusantara.

Kegiatan ziarah ini tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga dan melestarikan peninggalan sejarah. Nilai-nilai perjuangan, keteladanan, dan semangat dakwah para pendahulu diharapkan dapat terus diwariskan kepada generasi penerus.

Melalui kegiatan tersebut, Kakan Kemenag Tapanuli Tengah H. Awaluddin Habibi Siregar, S.Ag., MA juga mendorong agar situs-situs sejarah dan religi di wilayah Tapanuli Tengah senantiasa mendapat perhatian dan dijaga keberadaannya sebagai bagian dari warisan budaya serta sejarah keagamaan daerah.

Kebersamaan jajaran Kemenag bersama para Kepala KUA dalam ziarah tersebut diharapkan semakin memperkuat silaturahmi sekaligus semangat dalam menjalankan tugas pelayanan keagamaan kepada masyarakat.

Ziarah ditutup dengan doa bersama. Kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa mengenang sejarah bukan sekadar melihat peninggalan masa lalu, tetapi juga mengambil nilai keteladanan dan perjuangan para pendahulu untuk diterapkan dalam kehidupan serta pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan agama.