
Sorkam Barat (Humas) – Halaman MAN 2 Tapanuli Tengah tampak hidup saat siswa kelas X-1 menggelar praktikum inovatif pengolahan bahan alam berbasis struktur jaringan tumbuhan. Kegiatan ini memadukan materi teoretis anatomi sel dengan pembuatan kerupuk bergizi dari labu, ubi, bayam, nasi, dan kangkung. Proyek sains tersebut bertujuan melatih kemampuan aplikatif peserta didik dalam melihat potensi pangan lokal secara ilmiah. Sabtu, (12/09)
Siswa mengidentifikasi peran sel parenkim penyimpan amilum pada ubi dan labu sebagai penentu kepadatan tekstur adonan. Serat selulosa dari bayam dan kangkung diolah sedemikian rupa agar integritas struktur mikroskopis daun tetap mendukung kualitas lembaran kerupuk. Nasi turut dimanfaatkan sebagai matriks karbohidrat perekat guna menyatukan campuran bahan nabati secara homogen.
Tahapan peracikan dimulai dari penghalusan bahan kukus yang dilanjutkan dengan pencampuran bumbu rempah pilihan khas Nusantara. Adonan dicetak tipis di atas nampan sebelum dijemur di bawah panas matahari untuk proses dehidrasi sempurna. Kontrol kadar air ini krusial untuk memastikan rongga udara pada jaringan kering mengembang optimal saat digoreng.
Guru biologi MAN 2 Tapanuli Tengah, Ermawani Hutangalung mengapresiasi kreativitas peserta didik yang mampu menerjemahkan konsep abstrak jaringan tumbuhan menjadi produk nyata. “Praktikum ini membuktikan bahwa anak-anak tidak hanya hafal teori sel atau parenkim, tetapi paham bagaimana struktur alami bahan berkolaborasi menghasilkan tekstur pangan berkualitas,” ujarnya. Uji organoleptik pun menunjukkan kerenyahan optimal serta terjaganya pigmen alami dari sayuran hijau.
MAN 2 Tapanuli Tengah konsisten mendorong pembentukan keterampilan hidup melalui pendekatan pembelajaran berbasis proyek yang kontekstual. Inovasi kuliner bernuansa sains ini diharapkan memantik jiwa kewirausahaan kreatif di kalangan pelajar madrasah. Capaian tersebut sekaligus memperkuat reputasi MAN 2 Tapanuli Tengah sebagai pusat keunggulan akademik daerah.