Asah Skill Orasi Keagamaan, Guru MAN 2 Tapanuli Tengah Mantapkan Bimbingan Khutbah Jumat bagi Siswa

Sorkam Barat (Humas) – Kamis, 5 Februari 2026 MAN 2 Tapanuli Tengah terus berkomitmen meningkatkan kualitas religiusitas dan keterampilan publik bagi para siswanya melalui program pemantapan khutbah Jumat. Kegiatan yang dilaksanakan di masjid lingkungan madrasah ini bertujuan untuk membekali siswa laki-laki dengan kemampuan berdakwah yang baik dan benar. Guru pembimbing Kurnia Hafiz secara intensif memberikan arahan, mulai dari penguasaan rukun khutbah, teknik intonasi suara, hingga cara menyampaikan pesan agama yang relevan dengan kondisi remaja saat ini.

Dalam sesi bimbingan tersebut, para guru menekankan pentingnya adab dan kepercayaan diri saat berdiri di atas mimbar. Siswa diajarkan untuk menyusun naskah khutbah yang sistematis, menggunakan referensi dalil yang akurat, serta cara berkomunikasi yang sejuk namun tetap tegas. Program ini tidak hanya sekadar latihan rutin, tetapi menjadi sarana kaderisasi agar siswa siap terjun langsung menjadi khatib di tengah masyarakat ketika dibutuhkan nanti.

“Menjadi seorang khatib bukan hanya soal keberanian berbicara di depan umum, tetapi tentang memikul amanah untuk menyampaikan risalah agama dengan benar. Fokus utama bimbingan kami adalah memastikan para siswa memahami rukun-rukun khutbah secara syar’i agar ibadah tersebut sah secara hukum fiqih. Kami ingin mereka tidak hanya pandai berorasi, tetapi juga mampu menyentuh hati jamaah dengan materi yang mencerahkan dan santun.” Ujar Kurnia Hafiz.

Antusiasme siswa terlihat sangat tinggi saat mencoba mempraktikkan langsung materi yang telah diberikan. Guru pembimbing melakukan koreksi secara mendalam terhadap aspek artikulasi dan ketepatan bacaan ayat suci Al-Qur’an serta hadis dalam naskah mereka. Dengan adanya koreksi langsung ini, diharapkan kesalahan-kesalahan umum dalam berkhutbah dapat diminimalisir sejak dini, sehingga siswa memiliki standar kompetensi yang tinggi dalam berdakwah.

Kepala MAN 2 Tapanuli Tengah Muhammad Lufti Siambaton menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya madrasah untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kematangan spiritual. Beliau berharap program pemantapan ini melahirkan generasi muda yang mampu menjadi pelopor kebaikan di lingkungan tempat tinggal mereka. Selain itu, keterampilan berpidato di depan umum dianggap sebagai aset berharga bagi masa depan siswa di bidang apa pun.

Melalui bimbingan yang berkelanjutan ini, MAN 2 Tapanuli Tengah optimis dapat melahirkan khatib-khatib muda yang mumpuni dan berwawasan luas. Sebagai langkah lanjutan, siswa yang dinilai sudah siap akan diberikan kesempatan untuk mengisi khutbah pada jadwal pelaksanaan salat Jumat di internal sekolah. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa madrasah berperan aktif dalam menjaga tonggak syiar Islam melalui penguatan kapasitas generasi milenial.