
Tapteng (Humas) – Pasca banjir bandang yang melanda MIN 7 Tapanuli Tengah pada 25 November lalu, seluruh guru dan tenaga kependidikan bergerak cepat melakukan pembersihan besar-besaran di lingkungan madrasah. Banjir yang datang secara tiba-tiba membawa material lumpur cukup tebal, sehingga hampir seluruh area sekolah terdampak, termasuk ruang kelas, kantor guru, kantor kepala madrasah, dan kantor tata usaha.
Sejak pagi seluruh guru berkumpul di halaman madrasah untuk melaksanakan gotong royong. Dengan menggunakan peralatan seadanya seperti sekop, sapu, ember, dan selang air, para guru bekerja bahu-membahu membersihkan lumpur yang menutupi lantai dan perabotan sekolah. Proses pembersihan dilakukan secara bertahap, dimulai dari ruang kelas yang paling parah terdampak hingga ke seluruh bangunan administrasi.
Banjir bandang tidak hanya menyisakan lumpur tebal, tetapi juga merusak sebagian besar perlengkapan pembelajaran. Meja, kursi, buku, serta dokumen-dokumen penting ikut terkena rendaman air. Meski begitu, semangat gotong royong para guru tampak tidak surut. Mereka saling membantu mengangkat perabotan untuk dijemur, membersihkan lantai, hingga menata ulang ruang belajar agar dapat segera digunakan kembali.
Kepala MIN 7 Tapteng, Juslaini Munthe menyampaikan apresiasi yang besar kepada seluruh guru dan staf atas kekompakan serta kepedulian yang ditunjukkan pada saat kondisi darurat seperti ini. “Banjir bandang ini memang cukup berat bagi kami, namun berkat kebersamaan seluruh guru dan pegawai, proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat. Kami ingin memastikan bahwa madrasah kembali bersih dan aman sehingga anak-anak dapat belajar dengan nyaman,” ujarnya.
Selain itu, pihak madrasah masih terus melakukan pendataan terhadap kerusakan dan kerugian yang ditimbulkan. Meskipun beberapa ruangan dan peralatan mengalami kerusakan, fokus utama saat ini adalah memastikan lingkungan madrasah benar-benar bersih dari lumpur dan siap digunakan.
Kegiatan gotong royong ini menjadi bukti kuatnya solidaritas keluarga besar MIN 7 Tapteng dalam menghadapi bencana. Dengan kerja sama dan semangat kebersamaan, diharapkan proses pembelajaran dapat segera kembali normal dan madrasah dapat bangkit lebih kuat pasca bencana banjir bandang yang melanda.