Kemenag Tapteng Fasilitasi Pemilihan Pokjaluh dan IPARI Lintas Penyuluh Agama

Tapanuli Tengah (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah memfasilitasi kegiatan pemilihan pengurus Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) dan Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah. Kegiatan ini diikuti oleh penyuluh agama lintas agama sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi, kebersamaan, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas penyuluhan keagamaan. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dengan mengedepankan musyawarah dan semangat kebersamaan. Pemilihan Pokjaluh dan IPARI dilaksanakan di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Tapanuli Tengah pada hari Selasa, 08 September 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kankemenag Kabupaten Tapanuli Tengah, H. Awaluddin Habibi Siregar, S.Ag., MA, Kasubbag Tata Usaha, Dr. H. Ismail, S.Pd., M.Pd, Kasi Bimas Islam, H. Bincar Halomoan Siregar, S.Ag., MH, Kasi Bimas Katolik, Erwin Silalahi, S.Ag dan Kasi Bimas Kristen, Morasi Tumanggor, S.Th serta para penyuluh agama Islam, Kristen, Katolik dan anggota IPARI. Kehadiran jajaran pimpinan Kemenag Tapanuli Tengah menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas para penyuluh agama. Para peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias serta memberikan kontribusi dalam proses pemilihan dan penguatan organisasi penyuluh.

Dalam arahannya, Kepala Kankemenag Kabupaten Tapanuli Tengah, H. Awaluddin Habibi Siregar menekankan agar pemilihan pengurus Pokjaluh tidak hanya dimaknai sebagai proses pembentukan kepengurusan, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjalankan amanah organisasi. Setiap penyuluh diharapkan dapat bertanggung jawab terhadap tugas dan pekerjaan masing-masing serta menjalankan fungsi sebagai penyuluh agama dengan sebaik-baiknya.

“Setelah pemilihan ini, kita berharap masing-masing dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan penuh tanggung jawab, baik sebagai penyuluh agama Islam, Kristen, maupun Katolik. Kita harus mampu saling menghargai, menjaga toleransi antarumat beragama, dan memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat,” pesan Awaluddin Habibi Siregar

Lebih lanjut, Kepala Kantor Kemenag Tapanuli Tengah mengharapkan para penyuluh agama dapat menjadi contoh dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Penyuluh agama Islam, Kristen, dan Katolik diharapkan tidak hanya menjalankan tugas pembinaan sesuai bidang keagamaannya masing-masing, tetapi juga mampu membangun komunikasi dan kerja sama yang baik dengan penyuluh dari agama lainnya. Semangat toleransi dan saling menghormati perlu terus dikembangkan agar keberadaan penyuluh benar-benar memberikan dampak positif dalam menjaga kerukunan umat beragama di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Pemilihan pengurus Pokjaluh dan IPARI dilaksanakan melalui proses musyawarah dengan mengedepankan prinsip kebersamaan, keterbukaan, dan tanggung jawab. Keberadaan Pokjaluh diharapkan menjadi wadah bagi para penyuluh untuk meningkatkan kompetensi, berbagi pengalaman, serta menyusun berbagai program yang mendukung pelaksanaan tugas penyuluhan di tengah masyarakat. Sementara itu, IPARI diharapkan dapat menjadi wadah yang memperkuat profesionalisme, solidaritas, dan pengembangan kapasitas para penyuluh agama dalam menjalankan tugas dan pengabdiannya.

Awaluddin Habibi Siregar juga mengingatkan agar para pengurus yang terpilih nantinya tidak sekadar memiliki jabatan dalam organisasi, tetapi benar-benar mampu menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya. Menurutnya, keberadaan Pokjaluh dan IPARI harus memberikan manfaat nyata bagi para penyuluh maupun masyarakat melalui program-program yang produktif dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. “Jangan sampai organisasi ini hanya sebatas nama dan kepengurusan, tetapi harus ada kegiatan dan kerja nyata. Mari kita jalankan fungsi masing-masing dengan baik dan menjadikan Pokjaluh maupun IPARI sebagai wadah untuk saling mendukung dalam melaksanakan tugas,” tegasnya.

Keterlibatan penyuluh agama Islam, Kristen, dan Katolik dalam kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi dan sinergi lintas agama di Kabupaten Tapanuli Tengah. Kebersamaan tersebut diharapkan terus terpelihara dalam berbagai kegiatan pembinaan masyarakat sehingga tercipta suasana kehidupan beragama yang rukun, harmonis, dan saling menghargai. Melalui peran aktif para penyuluh, nilai-nilai toleransi, moderasi beragama, dan kerukunan diharapkan semakin tumbuh di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan pemilihan Pokjaluh dan IPARI ini, Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah berharap terbentuk kepengurusan yang amanah, bertanggung jawab, dan mampu menjalankan program kerja secara optimal. Para penyuluh diharapkan semakin solid, profesional, dan inovatif dalam melaksanakan tugas serta menjadi garda terdepan dalam memberikan pembinaan keagamaan kepada masyarakat. Dengan semangat kolaborasi dan toleransi lintas agama, Pokjaluh dan IPARI diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan kehidupan umat beragama yang damai dan harmonis di Kabupaten Tapanuli Tengah.

pilar12
pilar12
slot gacor
slot 777
sbobet 88
akun pro france
fleetnetwork.com.au
slot online
slot 4d
https://sydneyuniforms.com.au/