
Pandan (Humas) — Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sarudik, Sahlan, S.Pd.I, menghadiri Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dirangkai dengan penyambutan Bulan Suci Ramadhan 1447 H, bertempat di MAN 3 Tapanuli Tengah, Kamis (5/2/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Tapanuli Tengah Mahmud Efendi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah beserta pejabat struktural, Kepala MAN 3 Tapteng, unsur Forkopimcam, tokoh agama, tokoh masyarakat, para guru, serta siswa-siswi MAN 3 Tapteng.
Peringatan Isra Mi’raj kali ini mengusung tema “Membasuh Hati dengan Hikmah Isra Mi’raj, Menemukan Kedamaian dalam Sujud dan Ketaatan.”
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tapanuli Tengah Mahmud Efendi menyampaikan salam dari Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, SH, MH, yang berhalangan hadir karena sedang melaksanakan tugas di Kecamatan Pinangsori.
“Peristiwa Isra Mi’raj bukan sekadar perjalanan luar biasa Rasulullah SAW, tetapi merupakan tonggak penting dalam pembentukan akhlak dan spiritual umat Islam, khususnya melalui perintah shalat lima waktu,” ujar Mahmud Efendi.
Ia menegaskan bahwa shalat mengajarkan nilai disiplin, keikhlasan, ketundukan, serta menjadi benteng moral dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, di lingkungan pendidikan seperti MAN 3 Tapteng, nilai-nilai Isra Mi’raj harus tercermin dalam kejujuran, kedisiplinan, semangat belajar, serta sikap hormat kepada guru.
Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan, Wakil Bupati juga mengajak seluruh civitas akademika MAN 3 Tapteng untuk menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan niat yang tulus.
“Jadikan Ramadhan sebagai momentum meningkatkan kualitas ibadah, memperdalam ilmu agama, serta memperkuat karakter sebagai generasi yang beriman, cerdas, dan berakhlakul karimah,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah Julsukri Mangandar Limbong menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Wakil Bupati Tapteng dalam kegiatan tersebut, sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, madrasah, dan Kementerian Agama dalam membina generasi muda.
Kegiatan berlangsung khidmat, tertib, dan penuh makna sebagai upaya meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta memperkuat nilai-nilai keislaman di lingkungan madrasah.