Kepala Madrasah Apresiasi Pembelajaran Fiqih Materi Haji dan Umrah yang Kontekstual di Musim Haji

Pandan (Humas). Pembelajaran Fiqih di MAN 3 Tapanuli Tengah berlangsung aktif dan penuh antusias melalui materi tentang ibadah haji dan umrah. Momentum musim haji tahun ini dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran yang kontekstual agar peserta didik lebih memahami pelaksanaan ibadah haji dan umrah secara nyata dalam kehidupan sehari-hari,Sabtu(16/5).

Kegiatan pembelajaran dilaksanakan oleh guru mata pelajaran Fiqih Rismanto, S.Th.I., S.Pd.Gr., dengan menghadirkan suasana belajar yang interaktif dan komunikatif. Peserta didik tampak antusias mengikuti pembelajaran karena materi yang disampaikan berkaitan langsung dengan momentum keberangkatan jamaah haji yang sedang berlangsung saat ini.

Dalam proses pembelajaran peserta didik diajak memahami pengertian, syarat, rukun, wajib serta sunnah dalam pelaksanaan ibadah haji dan umrah. Selain itu guru juga menjelaskan perbedaan antara haji dan umrah serta tata cara pelaksanaannya secara runtut dan mudah dipahami.

Rismanto, S.Th.I., S.Pd.Gr., menyampaikan materi dengan metode yang menarik sehingga peserta didik lebih aktif bertanya dan berdiskusi selama pembelajaran berlangsung. Suasana kelas terlihat hidup karena peserta didik diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan pemahaman mereka terkait materi yang dipelajari.

Kepala Madrasah Hj. Juraida Siregar, S.Ag., M.Pd., turut hadir memantau jalannya pembelajaran di kelas. Kehadiran kepala madrasah menjadi bentuk perhatian terhadap peningkatan kualitas proses belajar mengajar sekaligus bagian dari kegiatan supervisi akademik di madrasah.

Dalam kesempatan tersebut Hj. Juraida Siregar, S.Ag., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada guru yang telah menghadirkan pembelajaran yang relevan dan kontekstual sesuai dengan momentum musim haji.  Beliau mengatakan bahwa materi yang dikaitkan dengan kondisi nyata akan membuat peserta didik lebih mudah memahami dan mengingat pelajaran.

Beliau juga menilai bahwa pembelajaran Fiqih tidak hanya berfokus pada teori semata tetapi harus mampu menanamkan pemahaman dan nilai-nilai ibadah dalam kehidupan peserta didik. Oleh karena itu pendekatan pembelajaran yang komunikatif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari sangat penting untuk diterapkan.

Peserta didik terlihat aktif mengikuti setiap penjelasan yang diberikan guru. Beberapa peserta didik bahkan mampu menjelaskan kembali tata cara pelaksanaan haji dan umrah serta menjawab pertanyaan yang diberikan selama proses pembelajaran berlangsung.

Selain meningkatkan pemahaman akademik pembelajaran tersebut juga diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta dan keinginan peserta didik untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah di masa mendatang. Nilai-nilai kesabaran, keikhlasan dan ketaatan yang terkandung dalam ibadah haji turut menjadi bagian penting dalam pembelajaran.

Melalui pembelajaran yang aktif dan kontekstual tersebut MAN 3 Tapanuli Tengah terus berkomitmen menghadirkan proses pendidikan yang berkualitas dan bermakna bagi peserta didik. Diharapkan kegiatan pembelajaran seperti ini mampu memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus membentuk karakter religius peserta didik di lingkungan madrasah.(ms)