
Pandan (Humas). Upaya penguatan literasi keislaman terus dilakukan di MAN 3 Tapanuli Tengah melalui berbagai kegiatan edukatif. Salah satu bentuk nyata yang dilakukan yakni penyerahan buku Fiqih Wanita dari guru mata pelajaran Fiqih kepada kepala madrasah sebagai bagian dari dukungan terhadap pengembangan wawasan keagamaan di lingkungan madrasah,Sabtu(16/5).
Buku Fiqih Wanita tersebut diserahkan langsung oleh guru Fiqih Rismanto, S.Th.I., S.Pd.Gr., kepada Kepala Madrasah Hj. Juraida Siregar, S.Ag., M.Pd. Penyerahan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan di lingkungan madrasah.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk perhatian dan kontribusi guru dalam mendukung penguatan literasi Islami di madrasah. Buku yang diserahkan diharapkan dapat menjadi referensi tambahan dalam memperluas pemahaman tentang fiqih wanita bagi guru maupun peserta didik.
Rismanto menyampaikan bahwa buku tersebut memuat berbagai pembahasan penting mengenai fiqih wanita yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Pemahaman tentang fiqih wanita perlu diperkuat agar peserta didik memiliki wawasan keislaman yang baik dan sesuai dengan tuntunan syariat.
Ia juga berharap buku tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan bacaan dan referensi pembelajaran di madrasah. Selain itu kehadiran buku tersebut diharapkan mampu meningkatkan minat baca peserta didik terhadap literatur-literatur keislaman.
Kepala Madrasah Hj. Juraida Siregar, S.Ag., M.Pd., menyambut baik penyerahan buku tersebut dan memberikan apresiasi kepada guru Fiqih atas kepeduliannya terhadap penguatan literasi keagamaan di madrasah. Beliau menilai langkah tersebut merupakan bentuk kontribusi positif dalam mendukung kemajuan pendidikan Islami.
Beliau mengatakan bahwa budaya literasi harus terus dikembangkan di lingkungan madrasah tidak hanya dalam bidang akademik umum tetapi juga dalam bidang keagamaan. Dengan tersedianya berbagai referensi Islam peserta didik diharapkan dapat memperluas pengetahuan dan meningkatkan pemahaman mereka tentang ajaran agama.
Beliau juga menyampaikan bahwa literasi keislaman memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan akhlak peserta didik. Oleh karena itu madrasah sangat mendukung berbagai upaya yang dapat memperkaya sumber belajar bagi peserta didik.
Suasana penyerahan buku berlangsung sederhana namun penuh makna. Momen tersebut menunjukkan adanya sinergi dan kerja sama yang baik antara guru dan pihak madrasah dalam mendukung pengembangan pendidikan berbasis nilai-nilai Islami.
Kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi guru lainnya untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah. Dukungan terhadap budaya membaca dan literasi menjadi salah satu langkah penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aktif dan edukatif.
Selain menjadi referensi pembelajaran buku Fiqih Wanita tersebut juga diharapkan mampu memberikan pemahaman yang benar terkait persoalan-persoalan fiqih wanita yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, peserta didik dapat memperoleh pengetahuan yang lebih luas dan bermanfaat.
Melalui kegiatan tersebut MAN 3 Tapanuli Tengah terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat budaya literasi keislaman dan menghadirkan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh peserta didik.(ms)