Pastikan Pembelajaran Tetap Berjalan Guru MAN 3 Tapanuli Tengah Bahas Strategi Pembelajaran Jarak Jauh

Pandan (Humas). Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Tapanuli Tengah, Hj. Juraida Siregar, S.Ag., M.Pd., memimpin rapat bersama para guru untuk membahas strategi pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di tengah kondisi kabut asap yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah. Rapat ini bertujuan memastikan kegiatan belajar tetap berlangsung secara efektif dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kesehatan murid. Pembahasan mencakup mekanisme penyampaian materi, pemanfaatan media pembelajaran serta penyesuaian tugas agar proses belajar dari rumah berjalan terarah, Sabtu(17/10).

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) diberlakukan pada seluruh madrasah dan Raudhatul Athfal (RA) negeri maupun swasta di Kabupaten Tapanuli Tengah mulai 16 hingga 21 Oktober 2026. Kebijakan ini merupakan langkah untuk melindungi warga madrasah dari dampak kondisi lingkungan sekaligus menjaga keberlangsungan pendidikan. Menindaklanjuti ketentuan tersebut Juraida Siregar mengajak para guru menyelaraskan langkah dan mempersiapkan pelaksanaan pembelajaran sesuai jadwal serta kebutuhan murid.

Selama pelaksanaan PJJ murid mengikuti kegiatan belajar dari rumah masing-masing melalui platform digital atau media komunikasi yang sesuai dengan fasilitas yang tersedia. Guru menyiapkan materi dan menyampaikan arahan pembelajaran melalui media yang dapat diakses murid. Pemanfaatan teknologi diharapkan dapat mendukung keberlangsungan proses belajar meskipun kegiatan tidak dilaksanakan secara tatap muka di madrasah.

Dalam rapat tersebut para guru juga membahas solusi bagi murid yang mengalami kendala akses internet, keterbatasan perangkat, gangguan listrik maupun kesulitan komunikasi. Untuk mengatasi hambatan tersebu madrasah menyediakan alternatif berupa penugasan terstruktur, modul pembelajaran, lembar kerja atau bahan belajar lain yang mudah dijangkau. Langkah ini diharapkan dapat memastikan setiap murid tetap memperoleh kesempatan belajar sesuai kondisi masing-masing.

Juraida Siregar menekankan pentingnya penyampaian materi secara proporsional dengan mempertimbangkankemampuan dan kebutuhan murid. Pemberian tugas hendaknya disesuaikan dengan kondisi pembelajaran jarak jauh agar tidak membebani murid maupun orang tua atau wali. Guru juga diharapkan memberikan pendampingan memperhatikan partisipasi murid serta mengevaluasi perkembangan belajar sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik.

Keterlibatan orang tua atau wali turut menjadi perhatian dalam pembahasan rapat. Orang tua atau wali diminta mengawasi dan memastikan anak mengikuti kegiatan belajar sesuai jadwal, tetap berada di dalam rumah selama jam pembelajaran serta membatasi aktivitas di luar rumah. Kepala madrasah mengharapkan kerja sama yang baik antara pihak madrasah dan keluarga agar murid dapat belajar dalam suasana yang aman, tertib dan kondusif selama kondisi kabut asap masih menjadi perhatian.

Selain membahas kegiatan pembelajaran rapat juga menegaskan bahwa kehadiran pendidik dan tenaga kependidikan yang berstatus aparatur sipil negara (ASN) tetap dilaksanakan di madrasah masing-masing sesuai ketentuan yang berlaku. Guru juga berkewajiban menyampaikan laporan pelaksanaan pembelajaran kepada kepala madrasah sebagai bahan evaluasi. Dengan koordinasi yang terarah, berbagai kendala yang muncul selama PJJ diharapkan dapat segera diketahui dan dicarikan solusinya.

Sebagai pimpinan madrasah Juraida Siregar memastikan informasi resmi mengenai pelaksanaan PJJ tersampaikan kepada guru, tenaga kependidikan, murid serta orang tua atau wali. Pengawas madrasah juga berperan aktif dalam mengawasi pelaksanaan kebijakan di madrasah binaannya. Sinergi antara pimpinan, guru dan pihak terkait diperlukan agar pelaksanaan pembelajaran tetap berjalan sesuai arahan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah.

Pelaporan kondisi madrasah juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kebijakan tersebut. Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah menyampaikan laporan secara berkala kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah melalui Seksi Pendidikan Islam. Laporan mencakup kondisi udara dan dampak kabut asap, keadaan bangunan serta lingkungan, akses jalan dan transportasi jumlah warga madrasah yang terdampak, pelaksanaan PJJ serta kendala dan kebutuhan penanganan darurat. Kondisi yang membutuhkan penanganan segera harus dilaporkan untuk ditindaklanjuti oleh pihak terkait.

Melalui rapat yang dipimpin Juraida Siregar MAN 3 Tapanuli Tengah berkomitmen menjaga keberlangsungan pembelajaran melalui pelaksanaan PJJ yang terencana, fleksibel dan bertanggung jawab. Evaluasi kebijakan dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan kualitas udara, informasi cuaca, keamanan akses, kesiapan sarana pendidikan serta arahan pihak berwenang. Informasi mengenai kelanjutan PJJ maupun dimulainya kembali pembelajaran tatap muka akan mengikuti pemberitahuan resmi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah. Diharapkan kerja sama seluruh pihak dapat menjaga hak murid untuk memperoleh pendidikan sekaligus mengutamakan kesehatan dan keselamatan.(ms)

pilar12
pilar12
slot gacor
slot 777
sbobet 88
akun pro france
fleetnetwork.com.au
slot online
slot 4d
https://sydneyuniforms.com.au/