Sambut Hari Santri Nasional 2026, 10 Kepala KUA Pasang Baliho di Perbatasan Desa Anggoli

Sibabangun (Humas), Dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026, sepuluh Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Tapanuli Tengah menunjukkan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap dunia pesantren dengan menyeponsori pemasangan baliho di perbatasan Desa Anggoli, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, Jum’at (16/10). Pemasangan baliho ini menjadi salah satu bentuk partisipasi dalam menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Sepuluh Kepala KUA yang turut menyeponsori pemasangan baliho tersebut berasal dari Kepa KUA Pandan, Tapian Nauli, Sarudik, Sitahuis, Tukka, Badiri, Pinangsori, Lumut, Sukabangun, dan Sibabangun. Kebersamaan lintas kecamatan ini mencerminkan komitmen jajaran KUA dalam mendukung syiar Islam, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta memberikan apresiasi kepada para santri yang selama ini berperan penting dalam menjaga tradisi keilmuan Islam dan membangun kehidupan masyarakat yang religius, damai, serta harmonis.

Baliho yang dipasang mengangkat tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.Tema ini mengandung pesan mendalam bahwa santri bukan hanya generasi yang mendalami ilmu agama, tetapi juga generasi penerus bangsa yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga persatuan, menanamkan akhlak mulia, mengembangkan ilmu pengetahuan, dan berkontribusi terhadap kemajuan Indonesia. Pemasangan baliho di perbatasan Desa Anggoli juga diharapkan dapat menjadi media informasi dan pengingat bagi masyarakat mengenai pentingnya peringatan Hari Santri Nasional.

Hari Santri Nasional diperingati setiap tanggal 22 Oktober sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan kaum santri dan ulama dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Penetapan tanggal tersebut berkaitan erat dengan Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Resolusi tersebut membangkitkan semangat umat Islam, khususnya para santri, untuk mempertahankan kemerdekaan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sejarah ini menjadi bukti bahwa santri memiliki kontribusi besar dalam perjalanan bangsa, tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga dalam perjuangan kebangsaan.

Pada era modern, peran santri semakin luas dan strategis. Santri diharapkan mampu menjadi generasi yang menguasai ilmu agama sekaligus memiliki wawasan kebangsaan, kecakapan teknologi, kreativitas, serta daya saing dalam menghadapi tantangan zaman. Nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, kesederhanaan, kemandirian, dan penghormatan kepada guru yang ditanamkan di lingkungan pesantren merupakan modal penting untuk membentuk sumber daya manusia yang unggul. Oleh karena itu, semangat Hari Santri harus diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat toleransi, menjaga persaudaraan, dan menebarkan manfaat bagi masyarakat.

Melalui pemasangan baliho dalam menyambut Hari Santri Nasional 2026 ini, sepuluh KUA se-Kabupaten Tapanuli Tengah diharapkan dapat turut menumbuhkan semangat kebangsaan dan kecintaan masyarakat terhadap perjuangan para santri. Momentum Hari Santri hendaknya menjadi pengingat bahwa membangun Indonesia Emas tidak hanya membutuhkan kecerdasan intelektual, tetapi juga kekuatan iman, akhlak mulia, dan semangat pengabdian. Dengan bersinergi antara ulama, santri, pemerintah, dan masyarakat, cita-cita mewujudkan Indonesia yang maju, damai, berkarakter, dan bermartabat diharapkan dapat tercapai.

pilar12
pilar12
slot gacor
slot 777
sbobet 88
akun pro france
fleetnetwork.com.au
slot online
slot 4d
https://sydneyuniforms.com.au/