Pegawai KUA Lumut, Turut Hadir dalam Tradisi Mambayar Nazar Masuk Air ke Sawah

Lumut (Humas) – Tradisi Mambayar Nazar Masuk Air ke Sawah yang digelar warga Lingkungan 3 Kelurahan Lumut di masjid Al-Mukhlisin, Jumat 17 April 2026, turut dihadiri pegawai Kantor Urusan Agama Kecamatan Lumut yang diwakili Sarmadan Nasution, S.Pd.I. Kehadiran KUA Lumut adalah ikut serta dalam doa bersama yang menjadi pembuka acara sebagai bentuk dukungan terhadap kearifan lokal yang sarat nilai syukur dan kebersamaan.

Kepala KUA Lumut yang diwakili oleh Sarmadan Nasution menyampaikan bahwa tradisi ini sejalan dengan ajaran agama tentang mensyukuri nikmat Allah. Dalam Islam kita diajarkan untuk bersyukur atas rezeki, termasuk air yang jadi sumber kehidupan petani. Mambayar nazar ini bentuk nyata syukur yang dibingkai budaya. KUA hadir untuk memastikan nilainya tetap sesuai syariat, tidak ada unsur syirik,” ujarnya.

Peran KUA dalam acara:

  1. Memimpin doa dan tausiah singkat sebelum prosesi tabur beras kuning, mengajak warga meluruskan niat nazar hanya karena Allah SWT.
  2. Memberi penyuluhan tentang pentingnya menjaga alam dan air sebagai amanah, serta menjauhi praktik yang bertentangan dengan akidah.
  3. Mempererat hubungan antara tokoh agama dan masyarakat tani, sekaligus menyerap aspirasi warga terkait pembinaan keagamaan di lingkungan.

Kepala Lingkungan 3 Lumut, Baginda Nasution mengapresiasi kehadiran KUA. Kami senang pegawai KUA turut turun langsung. Jadi kami makin yakin tradisi ini boleh selama niatnya benar. Sekaligus kami masyarakat dapat saling tanya jawab kepada Pegawai KUA seputar tentang agama,” katanya.

Acara ditutup dengan makan bersama. Tradisi Mambayar Nazar Masuk Air ini sudah berjalan turun temurun dan jadi bukti bahwa nilai agama dan budaya bisa berjalan beriringan di Kecamatan Lumut. KUA Lumut bukan hanya mengurus nikah dan cerai tetapi juga siap aktif membina masyarakat lewat tradisi dan budaya.