
Medan (Humas). Sebanyak 12 orang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kinerja (PPPK) MAN 3 Tapanuli Tengah mengikuti Pelatihan Dasar dan Orientasi yang diselenggarakan secara nasional oleh Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kemenag RI, pada Senin (14/7).
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar saat membuka acara tersebut menegaskan bahwa menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya di Kementerian Agama, adalah tugas yang sangat mulia.
“Menjadi ASN di Kementerian Agama adalah tugas yang sangat mulia, karena tidak hanya terikat aturan-aturan formal seperti Undang-Undang Dasar, tetapi juga terikat dengan posisi kita sebagai penjaga moral bangsa,” ujarnya.
Lebih lanjut, Menag mengingatkan pentingnya menjadikan nilai-nilai dasar ASN berAKHLAK sebagai pedoman dalam menjalankan tugas. Nilai tersebut meliputi: Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.
“Ekspektasi masyarakat terhadap ASN Kementerian Agama dibayangkan seperti malaikat yang tidak boleh berbuat salah. Dan itu merupakan pekerjaan rumah (PR) yang paling berat,” ungkapnya.
Sementara itu Kakanwil Kemenagsu Ahmad Qosbi mengingatkan Aparatur Kemenag Sumatera Utara agar menjalankan tugas secara profesional, dan juga harus menjaga nama baik institusi sebagai penjaga moral bangsa.
“ASN Kemenag dianggap sebagai representasi dari Kementerian Agama, sehingga perilaku mereka dapat mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap kementerian secara keseluruhan. Oleh karenanya Aparatur Kementerian Agama diminta untuj menjaga sikap dan perilaku dari perbuatan yang tidak baik,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut secara internal. Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah Hj. Juraida Siregar, S.Ag M.Pd juga menegaskan bahwa apa yang sudah disampaikan oleh Menteri Agama harus diimplementasikan dan menjadi motivasi untuk terus berkarya dan meningkatkan kualitas diri secara maksimal agar bisa berdampak bagi kementerian Agama.(ms)