
Pandan (Humas). Guru MAN 3 Tapanuli Tengah mengikuti Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK) Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya pemetaan dan peningkatan kompetensi pendidik. Pelaksanaan AKGTK memberikan kesempatan kepada guru untuk mengukur kemampuan yang berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab profesionalnya. Asesmen ini bukan semata-mata untuk menguji kemampuan guru tetapi juga menjadi instrumen untuk memperoleh gambaran mengenai kompetensi yang telah dimiliki. Hasilnya dapat menjadi bahan evaluasi bagi guru maupun madrasah dalam menentukan langkah pengembangan kompetensi selanjutnya. Dengan demikian pelaksanaan AKGTK diharapkan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di madrasah,Selasa(6/10).
Tujuan pelaksanaan AKGTK pada dasarnya adalah memperoleh gambaran kompetensi guru dan tenaga kependidikan sebagai dasar untuk melakukan pengembangan profesional secara lebih terarah. Melalui asesmen tersebut, dapat diketahui aspek kompetensi yang sudah baik maupun bagian yang masih perlu ditingkatkan. Bagi guru hasil asesmen dapat menjadi bahan refleksi untuk memperbaiki kemampuan dalam melaksanakan tugas pendidikan. Sementara bagi madrasah hasil tersebut dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menyusun program pembinaan dan pengembangan kompetensi pendidik. Karena itu AKGTK memiliki fungsi penting dalam mendukung peningkatan mutu sumber daya manusia di lingkungan madrasah.
Pelaksanaan AKGTK juga berkaitan dengan upaya memastikan guru memiliki kompetensi yang mendukung pelaksanaan pembelajaran yang berkualitas. Guru dituntut tidak hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga mampu merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi proses pembelajaran sesuai kebutuhan murid. Kemampuan tersebut perlu terus dikembangkan seiring dengan perubahan kurikulum, perkembangan teknologi, serta kebutuhan peserta didik. Melalui asesmen guru memperoleh kesempatan untuk mengetahui posisi kompetensinya dan menjadikannya sebagai bahan untuk melakukan perbaikan. Dengan adanya pemetaan kompetensi pengembangan profesional guru diharapkan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.
Operator Simpatika MAN 3 Tapanuli Tengah, Sri Hartuti Sitompul menyampaikan bahwa pihak madrasah telah membantu mempersiapkan berbagai kebutuhan administrasi dan teknis yang berkaitan dengan pelaksanaan AKGTK. Kesiapan data dan administrasi menjadi bagian penting agar guru dapat mengikuti asesmen sesuai dengan ketentuan. “Kami membantu memastikan persiapan administrasi dan teknis peserta agar pelaksanaan AKGTK dapat berjalan dengan baik. Guru juga diharapkan mengikuti asesmen dengan serius karena kegiatan ini penting untuk mengetahui kompetensi yang dimiliki,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa hasil asesmen nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran yang bermanfaat bagi guru dalam melakukan evaluasi dan pengembangan diri.
Sri Hartuti Sitompul menjelaskan bahwa hasil AKGTK tidak seharusnya dipandang hanya sebagai angka atau hasil ujian semata. Hasil tersebut dapat menjadi informasi penting untuk mengetahui aspek kompetensi yang perlu dipertahankan maupun ditingkatkan. Guru dapat menggunakan hasil tersebut sebagai bahan refleksi terhadap pelaksanaan tugas sehari-hari. Sementara it madrasah dapat memanfaatkannya sebagai bahan pertimbangan dalam memberikan pembinaan dan pengembangan kompetensi guru. Dengan pemanfaatan hasil asesmen secara tepat, AKGTK diharapkan tidak berhenti pada proses pengujian tetapi berlanjut pada langkah nyata untuk meningkatkan kualitas pendidik.
Salah satu guru yang mengikuti AKGTK Jusri Tumanggor guru mata pelajaran Bahasa Arab MAN 3 Tapanuli Tengah menyampaikan bahwa asesmen tersebut menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan dan melakukan evaluasi terhadap kompetensi yang dimiliki. Ia mengikuti seluruh proses dengan serius dan berusaha memberikan kemampuan terbaik. “Bagi say AKGTK bukan hanya tentang mendapatkan hasil asesmen, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melihat kemampuan yang sudah dimiliki dan bagian mana yang masih perlu ditingkatkan,” ungkapnya. Menurut Jusri hasil asesmen diharapkan dapat menjadi motivasi bagi dirinya untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Arab yang diberikan kepada murid.
Jusri Tumanggor menambahkan bahwa seorang guru perlu memiliki kemauan untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Hasil AKGTK dapat menjadi salah satu bahan untuk mengetahui kebutuhan pengembangan kompetensi tersebut. Jika terdapat aspek yang masih perlu diperkuat guru dapat menjadikannya sebagai dorongan untuk mengikuti pelatihan memperbanyak belajar serta memperbaiki praktik pembelajaran. Dengan demikian asesmen tidak hanya memberikan gambaran mengenai kondisi kompetensi saat ini tetapi juga dapat mendorong guru untuk melakukan peningkatan secara berkelanjutan. Ia berharap seluruh guru yang mengikuti AKGTK memperoleh hasil terbaik dan dapat memanfaatkan hasil tersebut untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Di lingkungan MAN 3 Tapanuli Tengah, pelaksanaan AKGTK menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam membangun budaya evaluasi dan peningkatan kompetensi. Guru diharapkan mampu menjadikan hasil asesmen sebagai dasar untuk terus memperbaiki kualitas diri dan proses pembelajaran. Peningkatan kompetensi guru pada akhirnya diharapkan memberikan manfaat langsung kepada murid melalui pembelajaran yang lebih efektif, relevan dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Madrasah juga dapat menggunakan hasil pemetaan kompetensi sebagai bahan dalam merencanakan program pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan guru. Dengan langkah tersebut pengembangan profesionalisme pendidik dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah, Hj. Juraida Siregar, S.Ag., M.Pd., terus mendorong para guru untuk mengikuti AKGTK dengan penuh tanggung jawab dan menjadikan kegiatan tersebut sebagai bagian dari proses pengembangan profesionalisme. Peningkatan kompetensi guru dinilai penting karena kualitas pendidik memiliki peran besar dalam menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Guru yang memiliki kompetensi dan terus mengembangkan diri akan lebih siap menghadapi tantangan pendidikan serta memberikan layanan pembelajaran yang semakin baik. Oleh karena itu setiap hasil evaluasi hendaknya dijadikan sebagai bahan perbaikan bukan sekadar pencapaian administratif. Madrasah berkomitmen mendukung guru agar terus berkembang sesuai kebutuhan pendidikan dan perkembangan zaman.
Keikutsertaan guru MAN 3 Tapanuli Tengah dalam AKGTK Tahun 2026 diharapkan memberikan hasil yang bermanfaat bagi pengembangan kompetensi masing-masing guru maupun peningkatan mutu madrasah secara keseluruhan. Hasil asesmen dapat menjadi cermin untuk melihat kekuatan dan aspek yang masih perlu diperbaiki sekaligus menjadi dasar dalam menentukan langkah pengembangan kompetensi berikutnya. Bagi guru hasil tersebut menjadi motivasi untuk terus belajar dan meningkatkan profesionalisme. Bagi madrasah, hasil pemetaan kompetensi dapat mendukung penyusunan program pembinaan yang lebih sesuai dengan kebutuhan. Pada akhirny peningkatan kompetensi guru diharapkan bermuara pada peningkatan kualitas pembelajaran dan layanan pendidikan bagi seluruh murid MAN 3 Tapanuli Tengah. Dengan semangat belajar dan evaluasi berkelanjutan madrasah terus berupaya mewujudkan pendidik yang kompeten, profesional dan adaptif terhadap perkembangan pendidikan.(ms)