
Sirandorung (Humas) – Suasana religius dan penuh kekhidmatan menyelimuti kegiatan Wirid Akbar Ibu-Ibu Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq, Kecamatan Sirandorung, Minggu (01/11/2026). Kegiatan ini menghadirkan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sirandorung sebagai pengisi tausiyah untuk memberikan pencerahan dan penguatan pemahaman keagamaan kepada para jamaah.
Acara diawali dengan pembukaan oleh protokol, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, lantunan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta menyanyikan Mars Muslimat NU. Selanjutnya, Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Kecamatan Sirandorung, Ibu Nur Halimah Boru Karo, menyampaikan kata sambutan sekaligus mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga kekompakan, mempererat silaturahmi, dan menghidupkan kegiatan keagamaan.
Memasuki acara inti, Kepala KUA Kecamatan Sirandorung, Ishak Kamarus Zaman, S.Ag  menyampaikan tausiyah dengan mengangkat kandungan Tafsir Surah Fatir ayat 11 dan Surah An-Najm ayat 45. Dalam penyampaiannya, beliau menjelaskan bahwa Allah SWT menciptakan manusia dari tanah, kemudian dari air mani, serta menjadikan manusia berpasang-pasangan antara laki-laki dan perempuan.
Beliau juga menguraikan bahwa tidak ada satu pun proses kehidupan manusia yang luput dari pengetahuan dan pengawasan Allah SWT. Mulai dari proses penciptaan, kehamilan, kelahiran, hingga ketetapan umur manusia, semuanya berada dalam kekuasaan Allah SWT.
Lebih lanjut, tausiyah tersebut mengingatkan jamaah agar tidak menyombongkan diri, senantiasa menyadari kelemahan sebagai manusia, serta memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Pemahaman terhadap asal-usul penciptaan manusia juga menjadi pengingat bahwa kehidupan merupakan amanah yang harus dijalani dengan penuh rasa syukur dan tanggung jawab.
Beliau turut menjelaskan bahwa penciptaan manusia secara berpasang-pasangan bukan sekadar untuk melanjutkan keturunan, tetapi juga menjadi landasan membangun ikatan emosional, psikologis, dan tatanan keluarga yang harmonis.
Melalui tausiyah tersebut, diharapkan para ibu Muslimat NU semakin memahami peran pentingnya dalam membina keluarga, mendidik generasi, serta menanamkan nilai-nilai keimanan kepada anak-anak sejak dini. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama, sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus harapan agar seluruh jamaah senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, dan kekuatan dalam menjalankan ibadah serta kehidupan sehari-hari.
Kehadiran Kepala KUA dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan layanan bimbingan keagamaan kepada masyarakat, sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama, khususnya dalam meningkatkan kualitas kehidupan beragama dan menghadirkan layanan keagamaan yang berdampak langsung bagi umat. Dengan adanya kegiatan Wirid Akbar ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara KUA dan organisasi keagamaan, sehingga syiar Islam, pembinaan keluarga, dan penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat Kecamatan Sirandorung dapat terus berkembang.