
Pandan (Humas), Kegiatan Upacara Bendera yang dilaksanakan di lapangan MAN 1 Tapanuli Tengah berlangsung khidmat dan tertib. Bertindak sebagai pembina upacara, Putriani Pasaribu, S.Pd.I menyampaikan amanat yang mengingatkan seluruh peserta upacara tentang pentingnya berfastabiqul khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan.
Dalam amanatnya, Putriani mengajak seluruh siswa dan guru untuk menjadikan semangat fastabiqul khairat sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Ia menyampaikan bahwa ada tiga poin penting yang dapat menjadi pedoman dalam berlomba-lomba dalam kebaikan, dimulai dari hal-hal kecil yang bisa diterapkan oleh setiap individu.
Poin pertama yang disampaikan adalah manajemen sukses. Putriani menekankan pentingnya perencanaan kegiatan harian yang baik, dimulai dari malam hari. “Sebelum tidur, susunlah rencana kegiatan untuk esok hari agar waktu kita tidak terbuang sia-sia,” ujarnya. Hal ini menurutnya merupakan langkah sederhana dalam mengatur waktu agar lebih produktif dan bermanfaat.
Poin kedua adalah pentingnya berbuat baik kepada orang tua dan guru. Ia menegaskan bahwa jika seseorang belum berbuat baik kepada kedua sosok penting ini, berarti ia belum siap untuk benar-benar berlomba dalam kebaikan. “Orang tua dan guru adalah sumber keberkahan. Jangan sia-siakan kesempatan untuk menunjukkan bakti dan penghargaan,” jelasnya.
Poin ketiga yang tak kalah penting adalah memperbanyak sedekah. Menurut Putriani, sedekah adalah salah satu bentuk nyata dalam berlomba pada kebaikan yang bisa dilakukan oleh siapa pun. Ia mengajak seluruh peserta upacara untuk senantiasa ringan tangan membantu sesama, baik dalam bentuk materi maupun tenaga.
Upacara yang dimulai pukul 07.00 dan berakhir pukul 07.45 ini dipimpin oleh Kevin Azhari sebagai pemimpin upacara. Petugas upacara adalah siswa kelas XC dengan wali kelas Putriani Pasaribu sendiri. Dalam penutup amanatnya, Putriani berharap, “Semoga dengan amanat pagi ini, kita semua termotivasi untuk fastabiqul khairat, menjadi pribadi yang unggul dalam kebaikan.”