
Sorkam Kanan, (Humas) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Tapanuli Tengah kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan turut serta dalam ajang International Pen Pal Writing Competition 2025.
Keikutsertaan ini menandai langkah maju madrasah dalam memperluas wawasan global siswa/i serta mengasah kemampuan menulis dan komunikasi lintas budaya. Sesuai moto “Madrasah Maju, Bermutu, Mendunia.”
Kompetisi menulis surat persahabatan internasional ini diikuti oleh pelajar dari berbagai Negara diantaranya: Indonesia, Malaysia, Filipina, Jepang, India, dan Turki. Hal ini memberikan kesempatan unik bagi siswa/i MAN 2 Tapanuli Tengah untuk berinteraksi dengan rekan-rekan sebaya dari latar belakang budaya yang berbeda. Mereka ditantang untuk menuangkan ide, pengalaman, dan pandangan mereka dalam bentuk surat yang kreatif dan komunikatif, menggunakan bahasa Inggris sebagai medium utama.
Kepala MAN 2 Tapanuli Tengah, H. Muhammad Lufti Siambaton, M.Pd., menyatakan antusiasmenya terhadap partisipasi ini. “Kami sangat mendukung setiap program yang dapat meningkatkan kompetensi global siswa/i kami. Kompetisi pen pal writing ini tidak hanya melatih kemampuan menulis bahasa Inggris mereka, tetapi juga mendorong pemikiran kritis, empati, dan pemahaman lintas budaya. Ini adalah jendela bagi mereka untuk melihat dunia lebih luas.” ujarnya.
Sebelum mengikuti kompetisi, siswa/i yang terpilih telah menjalani pembinaan intensif di bawah bimbingan guru Bahasa Inggris dan pembina literasi madrasah. Mereka dilatih tentang teknik penulisan esai dan surat formal/informal, penggunaan tata bahasa yang tepat, hingga pemilihan kosakata yang kaya. Selain itu, mereka juga diajak berdiskusi tentang etika berkomunikasi lintas budaya.
“Kami mempersiapkan mereka tidak hanya dari sisi teknis penulisan, tetapi juga dari segi mental dan wawasan. Penting bagi mereka untuk bisa merepresentasikan diri dan budaya Indonesia dengan baik,” kata Chotni Rizkia sebagai pembimbing.
Partisipasi dalam International Pen Pal Writing Competition 2025 diharapkan dapat membuka banyak peluang bagi siswa/i MAN 2 Tapanuli Tengah. Selain berpotensi meraih penghargaan, pengalaman ini akan menjadi bekal berharga dalam perjalanan pendidikan dan karier mereka di masa depan. Mereka akan memiliki jaringan pertemanan global, pemahaman yang lebih kaya tentang isu-isu internasional, serta kepercayaan diri untuk berkomunikasi di kancah yang lebih luas.
“Saya senang sekali bisa menulis surat unuk Sahabat Pena lintas Negara,” ungkap Taufan Tauhid. “Awalnya takut salah menulis, tapi setelah coba, ternyata seru banget! Bisa punya teman baru dari negara yang jauh itu sesuatu yang luar biasa,” jelas Raisyah Inaya.
Kegiatan ini merupakan bukti komitmen MAN 2 Tapanuli Tengah dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan spiritualitas, tetapi juga memiliki daya saing global dan mampu berkontribusi dalam pergaulan dunia.