
Pandan (Humas)-Banjir yang melanda wilayah Tapanuli Tengah beberapa hari terakhir turut memberikan dampak signifikan terhadap fasilitas Pendidikan termasuk Perpustakaan MAN 3 Tapanuli Tengah. Air yang menggenangi ruangan perpustakaan menyebabkan rak buku, meja baca dan sejumlah koleksi basah serta tertutup lumpur. Kondisi tersebut memerlukan penanganan cepat agar kerusakan tidak semakin meluas,Senin(8/12).
Kepala Perpustakaan MAN 3 Tapanuli Tengah Nursaima Harahap bergerak cepat meninjau kondisi perpustakaan sesaat setelah air mulai surut. Ia memeriksa satu per satu rak buku, ruang baca dan sudut-sudut perpustakaan untuk memastikan tingkat kerusakan yang terjadi. Beberapa koleksi terlihat basah dan mulai mengembang akibat menyerap air.
Selain koleksi buku sejumlah fasilitas perpustakaan seperti rak kayu, karpet dan peralatan komputer juga terdampak. Nursaima Harahap dengan teliti mencatat kerusakan tersebut untuk dilaporkan kepada pihak madrasah. Kerusakan fasilitas perlu ditangani segera agar perpustakaan dapat kembali berfungsi dengan baik.
Ia menjelaskan bahwa banjir datang cukup cepat sehingga tidak semua buku sempat diselamatkan. Namun sebagian besar koleksi berada pada posisi rak bagian atas sehingga masih aman. Area yang paling parah terdampak adalah ruang baca dan bagian rak bawah yang terkena genangan air.
Dalam upaya awal penangana Nursaima Harahap mengajak guru dan staf untuk membantu memindahkan buku yang masih dapat diselamatkan ke ruangan sementara. Buku-buku basah dipisahkan agar tidak merusak koleksi lainnya kemudian dilakukan proses pengeringan bertahap dengan penanganan khusus.
Ia menyampaikan bahwa perpustakaan akan melakukan inventaris ulang seluruh koleksi terdampak. Koleksi yang mengalami kerusakan berat akan diusulkan untuk penggantian atau penghapusan sementara koleksi yang masih layak akan dibersihkan dan dikembalikan setelah kondisi perpustakaan pulih.
Sementara itu proses pembersihan area perpustakaan juga dilakukan secara bergotong royong. Guru, pegawai dan tenaga kependidikan bersama-sama membersihkan lantai mengangkat perabot yang basah serta menyingkirkan lumpur yang menempel. Lingkungan perpustakaan menjadi prioritas karena merupakan pusat layanan literasi di madrasah.
Di balik musibah ini Nursaima Harahap berharap pemulihan fasilitas dapat berlangsung cepat. Ia menekankan bahwa perpustakaan harus segera kembali berfungsi karena peserta didik membutuhkan akses membaca dan belajar. “Perpustakaan adalah jantung literasi madrasah. Kita harus memastikan layanan tetap berjalan,” ujarnya.
Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah Hj. Juraida Siregar, S.Ag., M.Pd., turut memberikan dukungan penuh terhadap pemulihan perpustakaan. Beliau memastikan bahwa madrasah akan memberikan perhatian khusus agar fasilitas yang rusak segera diperbaiki dan koleksi yang terdampak dapat diganti secara bertahap.
Dengan kerja sama dan kepedulian seluruh warga madrasah proses pemulihan perpustakaan terus dilakukan. Meskipun banjir memberikan dampak signifikan, pihak perpustakaan optimis bahwa layanan baca dan belajar akan segera kembali normal dan lebih baik dari sebelumnya.(ms)