
Sorkam Barat (Humas) – Semangat kompetisi tetap membara di lingkungan MAN 2 Tapanuli Tengah saat puluhan siswa terpilih mengikuti ajang Sumut Sains Competition (SSC) 2026 tingkat Provinsi Sumatera Utara. Mengingat perlombaan dilaksanakan secara daring (online), para siswa berkumpul di laboratorium komputer madrasah untuk mengakses platform ujian digital. Partisipasi ini merupakan langkah strategis madrasah dalam mengukur peta kemampuan akademik siswa di kancah provinsi, khususnya dalam bidang sains dan matematika. 02/03/2026
Berbeda dengan ujian konvensional, kompetisi daring ini menuntut ketelitian tinggi dan kecepatan dalam merespons soal-soal bertaraf olimpiade. Para peserta dari MAN 2 Tapanuli Tengah tampak sangat tenang namun fokus di depan layar HP masing-masing, menghadapi tantangan soal yang dirancang untuk menguji nalar kritis. Pengawasan ketat tetap dilakukan oleh guru pendamping di dalam ruangan guna memastikan integritas dan kejujuran siswa selama proses pengerjaan soal berlangsung secara real-time.
Kepala MAN 2 Tapanuli Tengah H. Muhammad Lufti Siambaton, M.Pd., memberikan apresiasi tinggi terhadap kemandirian siswa dalam menghadapi kompetisi berbasis teknologi ini. “Dunia pendidikan saat ini sudah tidak mengenal batas wilayah. Dengan mengikuti SSC secara online, siswa kami belajar bahwa kualitas diri tidak ditentukan oleh lokasi sekolah, melainkan oleh ketekunan dalam belajar dan kemauan untuk bersaing dengan sekolah-sekolah besar di Medan maupun daerah lainnya,” tegas beliau.
Guru pembimbing olimpiade, Dedes Patriya Pasaribu, menambahkan bahwa keikutsertaan siswa dalam ajang ini membawa harapan besar bagi peningkatan mutu akademik di madrasah. Beliau berharap melalui kompetisi daring ini, para siswa tidak hanya mengejar medali, tetapi juga mampu mengasah mental petarung dan kepercayaan diri di level provinsi. “Harapan kami, ajang ini menjadi batu loncatan bagi anak-anak untuk membuktikan bahwa siswa dari daerah pun mampu bersaing secara kualitas dengan sekolah-sekolah unggulan lainnya di Sumatera Utara,” jelas beliau yang turut mendampingi para siswa selama kompetisi berlangsung.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi refleksi bersama setelah pengiriman jawaban (submit) dilakukan oleh seluruh peserta. Meskipun hasil akhir masih menunggu pengumuman resmi dari panitia SSC, atmosfer optimisme menyelimuti keluarga besar MAN 2 Tapanuli Tengah. Partisipasi rutin dalam ajang sains tingkat Sumatera Utara ini diharapkan mampu memperkuat mental juara siswa serta menjaga tradisi prestasi madrasah di bidang akademik secara berkelanjutan.