
Pandan (Humas) – Kegiatan pembelajaran di bulan suci Ramadan di MAN 3 Tapanuli Tengah tetap berlangsung dengan penuh semangat dan makna. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah pembelajaran tentang ilmu faraidh atau pembagian warisan dalam Islam yang disampaikan dengan pendekatan matematika oleh Wakil Kepala Madrasah (WKM) Bidang Kurikulum Anny Jarian Gultom. Kegiatan ini diikuti oleh peserta didik dengan antusias sebagai bagian dari upaya memperkaya pemahaman ilmu agama yang aplikatif dalam kehidupan sehari-hari,Senin(9/3).
Dalam kegiatan pembelajaran tersebut Anny Jarian Gultom menjelaskan bahwa ilmu faraidh merupakan salah satu cabang ilmu dalam Islam yang sangat penting untuk dipahami oleh setiap Muslim. Melalui materi ini peserta didik diajak untuk memahami bagaimana hukum Islam mengatur pembagian harta warisan secara adil dan sesuai dengan ketentuan syariat.
Ia juga menekankan bahwa dalam mempelajari faraidh kemampuan berhitung dan memahami konsep matematika sangat diperlukan. Oleh karena itu, pendekatan matematika digunakan agar peserta didik lebih mudah memahami cara menghitung bagian masing-masing ahli waris secara tepat dan sistematis.
Anny Jarian Gultom menyampaikan bahwa integrasi antara ilmu agama dan sains merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman. Dengan menggabungkan konsep fikih dan matematika, peserta didik tidak hanya memahami teori tetapi juga mampu mempraktikkan perhitungan faraidh secara logis dan terstruktur.
Peserta didik tampak aktif mengikuti proses pembelajaran. Mereka diberikan contoh-contoh kasus pembagian warisan yang kemudian dihitung bersama menggunakan rumus dan langkah-langkah matematika sederhana. Melalui metode ini peserta didik dapat melihat secara langsung bagaimana ketentuan dalam ilmu faraidh diterapkan dalam bentuk perhitungan.
Selain itu kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan literasi keagamaan peserta didik selama bulan Ramadan. Momentum Ramadan dimanfaatkan oleh madrasah untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya bersifat teoritis tetapi juga membangun pemahaman yang lebih mendalam terhadap ajaran Islam.
Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah Hj. Juraida Siregar, S.Ag., M.Pd., menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan pembelajaran tersebut. Ia menilai bahwa pendekatan integratif seperti ini sangat baik untuk meningkatkan kualitas pemahaman peserta didik terhadap ilmu agama sekaligus melatih kemampuan berpikir logis.
Beliau mengatakan bahwa madrasah memiliki peran penting dalam menanamkan pemahaman keislaman yang kuat sekaligus membekali peserta didik dengan kemampuan akademik yang baik. Oleh karena itu kegiatan pembelajaran yang menggabungkan ilmu agama dan sains perlu terus dikembangkan.
Melalui kegiatan ini diharapkan peserta didik MAN 3 Tapanuli Tengah tidak hanya memahami konsep dasar ilmu faraidh tetapi juga mampu menerapkannya secara benar dalam kehidupan masyarakat. Dengan demikian, madrasah dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki pemahaman keagamaan yang kuat.
Kegiatan pembelajaran di bulan Ramadan ini menjadi salah satu bukti komitmen MAN 3 Tapanuli Tengah dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas, inovatif dan tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman. Peserta didik pun diharapkan dapat memanfaatkan momentum Ramadan untuk terus meningkatkan ilmu pengetahuan serta memperkuat keimanan dan ketakwaan.(ms)