
Pinangsori (Humas) – Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) kelas VII MTs Negeri 2 Tapanuli Tengah tahun ajaran 2026/2027 digelar selama 3 hari yaitu Senin-Rabu 13-15/7/2026 mulai pukul 07.00 WIB sampai 12.30 WIB di aula MTs Negeri 2 Tapanuli Tengah
Salah satu materi pokok dalam masa ta’aruf adalah Anti-Bullying, Kesehatan Remaja, dan Bahaya NAPZA yang dikemas pada materi Matamuda hari Senin 15/7/2025 pukul 09.45 WIB sampai 10.30 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh murid baru yang sedang melaksanakan kegiatan Matamuda
Narasumber dari Polsek Pinangsori yaitu Aiptu M. Simbolon, SH Ps. Kanit Propam Polsek Pinangsori yang bekerjasama dengan madrasah menjelaskan kepada peserta bahwa di sepanjang proses perjalanan hidup manusia tidak bisa lepas dari interaksi dengan orang lain. Perkembangan interaksi sosial akan meningkat seiring bertambahnya usia. “Pada dasarnya peningkatan perilaku pada anak sangat bergantung pada keluarga kalian,” tutur Simbolon.
Keluarga mempunyai peranan penting dalam mengajarkan cara berperilaku yang baik dan benar kepada buah hatinya, tetapi jika lingkungan keluarga tidak ikut terlibat dalam perkembangan sosial individu, maka anak akan cenderung berbuat ke arah yang kurang baik, salah satunya bullying.
Lebih lanjut narasumber menjelaskan bullying ini dapat dilakukan seseorang atau kelompok tertentu untuk menyakiti seseorang melalui fisik atau psikologis (verbal/nonverbal) yang berpotensi membuat korban trauma dan tertekan. Narasumber juga berpesan agar murid baru pandai-pandai mengelola emosi, menjaga pergaulan dalam berteman, dan segera bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan madrasah.
Senada dengan Aswin Hasibuan, wakil kepala madrasah urusan Humas MTs N 2 Tapanuli Tengah sekaligus ketua pelaksanaan Matamuda menyampaikan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari program Matamuda (pengenalan lingkungan madrasah) terkait tata tertib, disiplin lintas kelas yang sifatnya preventif atau pencegahan. ”Semoga dengan adanya program atau sosialisasi ini, anak-anak mulai bisa saling menghargai selama tiga tahun ke depan terhadap teman seangkatan maupun kepada kakak kelasnya dan tentu saja itu juga akan berorientasi terhadap siswa agar mentalnya lebih sehat dan dapat berkomunikasi dengan lebih efektif dengan teman-temannya,” tuturnya. (AW