
Pandan (Humas). Suasana penuh semangat tampak mewarnai pelaksanaan Simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang diikuti oleh peserta didik MAN 3 Tapanuli Tengah pada Kamis (9/10). Kegiatan ini menjadi ajang latihan penting bagi peserta didik untuk mengasah kemampuan akademik sekaligus mengukur kesiapan mereka menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi maupun ujian madrasah mendatang.
Sejak pagi, para peserta didik tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian simulasi. Dengan penuh konsentrasi mereka mengerjakan soal demi soal melalui sistem berbasis komputer yang telah disiapkan oleh proctor dan teknisi. Suasana ruang ujian terasa serius namun tetap kondusif mencerminkan semangat belajar dan tekad kuat untuk berprestasi.
Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah Hj. Juraida Siregar, S.Ag., M.Pd., menjelaskan bahwa pelaksanaan simulasi TKA ini merupakan bagian dari strategi madrasah dalam meningkatkan kemampuan literasi, numerasi dan penalaran peserta didik. Ia menegaskan bahwa Tes Kemampuan Akademik bukan sekadar ujian melainkan juga salah satu tolok ukur penting bagi peserta didik untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.
“Tes Kemampuan Akademik ini bertujuan untuk mengukur daya nalar kemampuan berpikir logis, serta pemahaman konsep siswa dalam bidang sains, bahasa dan sosial. Selain itu, TKA juga menjadi salah satu penentu bagi peserta didik dalam melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi negeri. Oleh karena itu, peserta didik perlu mempersiapkan diri sebaik mungkin sejak dini,” ungkap Kepala Madrasah.
Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa hasil dari simulasi ini akan menjadi bahan evaluasi bagi guru dalam menyesuaikan metode pembelajaran yang lebih efektif. “Hasil simulasi dapat menjadi cermin bagi guru untuk melihat sejauh mana pemahaman peserta didik terhadap materi. Dengan begit kita bisa menyusun strategi pembelajaran yang lebih tepat sasaran,” tambahnya.
Salah seorang peserta didik Raudhatul Janna Gulo, mengungkapkan rasa syukur dan semangatnya bisa mengikuti simulasi TKA setelah sempat mengalami kendala teknis beberapa hari sebelumnya. “Beberapa hari ini kami belum bisa mengikuti simulasi karena sistemnya belum bisa diakses. Alhamdulillah, hari ini akhirnya bisa dan berjalan lancar. Kami senang sekali bisa berlatih langsung menjawab soal-soal seperti ujian sebenarnya,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa simulasi ini sangat membantu peserta didik memahami pola soal dan mengukur kemampuan diri. “Lewat simulasi ini kami jadi tahu bagian mana yang perlu lebih banyak dipelajari. Semoga nanti saat ujian sesungguhnya kami bisa lebih siap dan percaya diri,” tuturnya.
Pelaksanaan simulasi TKA ini berlangsung lancar dan tertib dengan dukungan penuh dari dewan guru serta tenaga kependidikan. Antusiasme peserta didik menjadi bukti nyata bahwa madrasah terus berkomitmen mencetak generasi yang unggul, berilmu, dan berakhlakul karimah.(ms)