Bantuan Mengalir: Guru MAN 3 Tapteng Kerja Sama Jemput Donasi Tapsel

Pandan (Humas)-Bantuan kemanusiaan kembali mengalir untuk MAN 3 Tapanuli Tengah pasca musibah banjir yang melanda kawasan tersebut. Kali ini donasi datang dari MAN Tapanuli Selatan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moral bagi keluarga besar MAN 3 Tapteng. Bantuan tersebut dijemput langsung oleh para guru MAN 3 Tapteng yang bergerak bersama menuju lokasi penyerahan bantuan, Senin(8/12).

Setibanya di titik penyerahan para guru terlihat bekerja sama mengangkut berbagai jenis bantuan mulai dari sembako, pakaian siap pakai hingga sejumlah barang kebutuhan mendesak lainnya. Kondisi jalan yang masih dipenuhi lumpur tidak mengurangi semangat mereka untuk memastikan seluruh bantuan dapat sampai dengan aman.

Aksi penjemputan ini menunjukkan betapa kuatnya rasa persaudaraan antar madrasah di bawah Kementerian Agama. Para guru MAN 3 Tapteng mengaku sangat menghargai bentuk solidaritas ini terlebih ketika madrasah mereka masih dalam tahap pemulihan pasca bencana.

Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah Hj. Juraida Siregar, S.Ag., M.Pd, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak di MAN Tapanuli Selatan yang telah menunjukkan kepedulian mendalam. Beliau menegaskan bahwa bantuan ini bukan hanya bernilai materi, tetapi juga menjadi penguat semangat bagi madrasah untuk bangkit.

Beliau juga memuji dedikasi para guru yang turun langsung menjemput dan mendistribusikan bantuan tersebut. Kerja sama dan ketulusan para guru adalah modal penting dalam melewati masa sulit dan memulihkan kembali kegiatan pembelajaran di madrasah.

Para guru yang terlibat dalam penjemputan bantuan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral terhadap peserta didik dan lingkungan madrasah. Mereka berharap bantuan yang diterima dapat segera dimanfaatkan oleh siswa dan keluarga yang terdampak.

Bantuan dari MAN Tapanuli Selatan sendiri terdiri dari berbagai kebutuhan penting seperti bahan makanan, pakaian siap pakai, serta beberapa perlengkapan dasar lainnya. Semua bantuan tersebut diangkut secara manual oleh para guru yang berjalan menyusuri jalanan berlumpur akibat banjir.

Meski proses pengangkutan tidak mudah para guru tetap menunjukkan kekompakan dan semangat saling membantu. Suasana penuh keakraban terlihat ketika mereka saling bekerja sama mengangkat barang-barang bantuan dari lokasi ke kendaraan pengangkut.

Setelah seluruh bantuan berhasil dijemput tim guru MAN 3 Tapteng langsung membawa donasi tersebut ke madrasah untuk dilakukan pendataan dan penyaluran lebih lanjut. Mereka memastikan bahwa bantuan dapat diterima oleh pihak yang benar-benar membutuhkan khususnya peserta didik dan keluarga yang terdampak langsung.

Dengan adanya bantuan ini MAN 3 Tapanuli Tengah semakin optimis untuk bangkit dan pulih dari dampak banjir. Semangat gotong royong antar madrasah menjadi bukti bahwa kepedulian tetap menjadi nilai utama dalam dunia pendidikan terutama saat menghadapi masa-masa sulit.(MS)