
Pandan (Humas). Suasana semangat demokrasi mewarnai lapangan MAN 1 Tapanuli Tengah debat terbuka pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua OSIM (Organisasi Siswa Intra Madrasah) untuk masa bakti 2025/2026. Acara ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pemilihan pengurus OSIM yang demokratis, transparan, dan edukatif. (08/10)
Kegiatan debat dimulai pada pukul 09.00 WIB dan diikuti oleh seluruh warga madrasah, mulai dari siswa, guru, hingga staf TU. Tiga pasangan calon ketua dan wakil ketua OSIM tampil di atas panggung dengan penuh percaya diri, menyampaikan visi, misi, dan program kerja mereka di hadapan para hadirin.
Tiga Pasangan Calon Tampil Penuh Percaya Diri. Masing-masing pasangan diberikan waktu untuk memperkenalkan diri, menyampaikan visi-misi, serta menjawab pertanyaan yang diajukan oleh moderator dan siswa secara langsung. Topik debat meliputi berbagai isu aktual di lingkungan madrasah, mulai dari kedisiplinan siswa, peningkatan kegiatan ekstrakurikuler, program keagamaan, hingga pengembangan literasi dan kepemimpinan.
Para calon menunjukkan kemampuan berbicara, berpikir kritis, serta kerja sama tim yang baik. Beberapa pasangan bahkan menyampaikan ide-ide inovatif, seperti digitalisasi kegiatan OSIM, program madrasah bebas sampah, dan pelatihan kepemimpinan bagi pengurus kelas.
Kegiatan ini disambut dengan baik, para siswa yang terlihat serius menyimak jalannya debat. Mereka juga diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan langsung kepada calon, terutama terkait komitmen pasangan dalam merealisasikan program-program mereka.
“Saya sangat kagum melihat keberanian dan kecerdasan para calon. Mereka punya semangat yang luar biasa untuk membawa OSIM ke arah yang lebih baik,” ujar Nurhuda, S.Pd., M.Pd pembina OSIM.
Sementara itu, Kepala MAN 1 Tapteng, Elmaryanti Marbun, S.Ag., M.Hum, dalam sambutannya menyampaikan bahwa debat ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana pendidikan politik bagi siswa. “Lewat kegiatan ini, kita mengajarkan nilai demokrasi, sportivitas, dan tanggung jawab. Siapapun yang terpilih nanti, harus menjadi pemimpin yang amanah dan melayani seluruh siswa,” tegas beliau.
Debat terbuka ini menjadi salah satu rangkaian dari proses pemilihan OSIM yang dirancang menyerupai sistem demokrasi Nasional. Setelah debat, siswa akan mengikuti pemilihan umum OSIM yang dijadwalkan berlangsung dengan sistem pemungutan suara langsung.
Ketua Panitia pemilihan OSIM, menyampaikan bahwa semua tahapan pemilihan dilakukan secara transparan, adil, dan bertanggung jawab. “Kami ingin membangun budaya pemilu yang sehat di lingkungan madrasah. Ini latihan penting untuk masa depan demokrasi kita,” ujar ketua panitia Nazmi Yundari Simamora, S.Pd.
Dengan terlaksananya debat terbuka ini, diharapkan seluruh siswa dapat memilih pemimpin OSIM yang terbaik, bukan hanya karena popularitas, tetapi karena program kerja dan integritas yang ditawarkan. Siapapun yang terpilih nantinya diharapkan mampu menjadi motor penggerak kegiatan siswa dan membawa nama baik MAN 1 Tapanuli Tengah ke tingkat yang lebih tinggi.