
Pandan (Humas ). Pada hari Jumat, 17 Januari 2025, MAN 1 Tapanuli Tengah menggelar acara Deklarasi Stop Bullying yang berlangsung di halaman sekolah pada pukul 08.00 WIB. Langsung di buka secara bersama oleh bapak ka kanwil secara vi rtual. Acara ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan Madrasah yang bebas dari tindakan perundungan atau bullying, sekaligus meningkatkan kesadaran bersama untuk saling menghargai dan menghormati satu sama lain.
Acara dimulai dengan sambutan dari beberapa pihak yang turut hadir, antara lain perwakilan dari Kepolisian yang memberikan dukungan terhadap program ini, serta Koramil Kecamatan Barus yang juga menyampaikan pentingnya kerjasama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam mencegah kekerasan dan bullying. Selain itu, Pengurus Komite Madrasah, Rahmi Simamora, S.Pd.I, juga memberikan sambutannya, mengajak seluruh warga madrasah untuk berperan aktif dalam menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa.
Seluruh keluarga besar MAN 1 Tapanuli Tengah, termasuk siswa, guru, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan, hadir dalam acara ini untuk menyatakan komitmen mereka dalam menanggulangi segala bentuk bullying di lingkungan madrasah.
Deklarasi Stop Bullying dibacakan oleh Kepala MAN 1 Tapanuli Tengah, Ibu Elmaryanti Marbun, S. Ag, M.Hum. Deklarasi ini berisi empat poin utama yang menegaskan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari bullying, menolak segala bentuk perundungan (bullying) di madrasah, mencegah segala bentuk dan kekerasan perundungan terhadap peserta didik, bertanggung jawab, mengedukasi peserta didik, guru, tenaga kependidikan untuk saling menghormati, menghargai, tolong-menolong, dan sekaligus memberikan tindakan tegas kepada pelaku bullying di Madrasah.
Dalam pidatonya, Elmaryanti Marbun menegaskan pentingnya kolaborasi antara seluruh pihak di Madrasah dalam menciptakan atmosfer yang saling menghargai dan peduli terhadap sesama. “Stop Bullying bukan hanya tanggung jawab sebagian orang, tetapi tanggung jawab kita bersama untuk menciptakan suasana yang aman dan nyaman di Madrasah,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Dalam acara tersebut Tentara dan Polisi turut hadir sebagai tamu kehormatan dan memberikan nasehat kepada siswa-siswi. Dalam pidatonya Bapak Tentara menekankan pentingnya menjaga keharmonisan di lingkungan madrasah serta mengingatkan bahwa bullying tidak hanya merugikan korban, tetapi juga dapat merusak citra sekolah dan komunitas secara keseluruhan.
“Sebagai generasi penerus bangsa, kalian harus saling mendukung dan menjaga sesama. Tindakan bullying hanya akan menambah kesulitan dan penderitaan, baik bagi korban maupun pelaku. Mari kita wujudkan Madrasah yang bebas dari bullying,” ujar Bapak Tentara.
Sebagai bentuk keseriusan dan komitmen seluruh warga Madrasah, acara dilanjutkan dengan penandatanganan deklarasi bersama oleh seluruh peserta yang hadir. Siswa, guru, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan menandatangani formulir komitmen sebagai simbol kesepakatan untuk menanggulangi perundungan dan menjaga nilai-nilai saling menghormati dan menghargai di lingkungan Madrasah.
Penandatanganan ini juga menjadi simbol kebersamaan dan kekompakan keluarga besar MAN 1 Tapanuli Tengah dalam mendukung upaya menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi para siswa.
Deklarasi Stop Bullying ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi seluruh warga Madrasah. Dengan komitmen bersama, seluruh civitas akademika MAN 1 Tapanuli Tengah berharap bisa membangun sekolah yang lebih inklusif, aman, dan bebas dari tindakan kekerasan, baik secara fisik maupun psikologis. Acara ini juga mengingatkan bahwa perundungan bukan hanya masalah individu, tetapi masalah bersama yang memerlukan dukungan dan perhatian dari semua pihak.
Acara ditutup dengan suasana penuh harapan dan semangat. Dengan tagline Saling Kompak, Saling Sanjung, MAN 1 Tapanuli Tengah berkomitmen untuk terus berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik, di mana setiap siswa dapat merasa aman, dihargai, dan dihormati.