
Sorkam (Humas) Ekstrakurikuler Fardu Kifayah MAN 2 Tapanuli Tengah dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam tentang konsep dasar Fardu Kifayah, sebuah kewajiban kolektif dalam Islam yang jika sudah dilakukan oleh sebagian orang, maka kewajiban itu gugur bagi yang lain. Ekstrakurikuler ini bertujuan untuk membekali siswa dengan ilmu dan keterampilan praktis, sehingga mereka siap menjalankan kewajiban ini di tengah masyarakat. Peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi, menyadari pentingnya peran mereka sebagai calon generasi penerus yang berilmu dan bertanggung jawab 17/9.
Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada teori, melainkan juga menggali dalil-dalil yang mendasari kewajiban ini. Para siswa diajarkan untuk memahami ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW yang berkaitan dengan Fardu Kifayah. Misalnya, mereka mengkaji hadis-hadis tentang kewajiban mengurus jenazah, yang merupakan salah satu contoh paling umum dari Fardu Kifayah. Pemahaman ini penting agar para siswa tidak hanya tahu apa yang harus dilakukan, tetapi juga mengerti mengapa hal itu menjadi kewajiban dalam syariat Islam.
Respons dari para siswa sangat positif. Banyak yang merasa terbantu dan tercerahkan. “Sebelumnya saya hanya tahu Fardu Kifayah itu kewajiban, tapi tidak pernah tahu detail praktiknya. Ekskul ini membuat saya lebih siap dan tidak ragu lagi,” ujar M.Fadli Ibrahim siswa kelas X-1
Rizna juga mengungkapkan kesannya, “Sebelum ikut ekskul ini, saya cuma tahu Fardu Kifayah itu kewajiban, tapi tidak tahu detailnya. Sekarang, saya jadi lebih paham, dan yang paling penting, saya merasa lebih siap jika harus membantu di masyarakat.” Pengakuan ini menunjukkan bahwa program ini berhasil membangun kesadaran dan rasa tanggung jawab siswa. Ekstrakurikuler ini juga diharapkan dapat menjadi jembatan antara pendidikan di sekolah dan kebutuhan praktis di lingkungan sosial, menjadikan siswa sebagai agen perubahan yang positif.
Keberadaan Ekstrakurikuler Fardu Kifayah ini membuktikan komitmen MAN 2 Tapanuli Tengah dalam menciptakan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki bekal spiritual dan sosial yang kuat. Dengan bekal ilmu yang komprehensif, para siswa diharapkan mampu menjalankan peran mereka sebagai muslim yang taat dan bermanfaat bagi umat, sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan Hadis. Program ini patut menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lain dalam mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dalam kegiatan ekstrakurikuler.