
Pandan (Humas)-MAN 3 Tapanuli Tengah mengalami dampak serius akibat banjir yang melanda kawasan sekitar madrasah pada awal pekan ini. Salah satu yang paling terdampak adalah fasilitas ekstrakurikuler terutama peralatan olahraga dan perlengkapan seni yang terendam air hingga mengalami kerusakan berat,Senin(8/12).
Ruang penyimpanan peralatan yang berada di area paling rendah tidak sempat diamankan karena air datang secara tiba-tiba. Akibatnya berbagai perlengkapan seperti bola, net voli, raket, meja tenis, kostum tari hingga alat musik tradisional rusak parah setelah terendam selama beberapa jam.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan Dahrul Effendi mengungkapkan bahwa kerusakan tersebut berdampak langsung pada proses pembinaan minat dan bakat peserta didik. “Kami sedang melakukan pendataan lengkap. Banyak peralatan yang sudah tidak dapat dipakai dan perlu diganti secepatnya,” tuturnya.
Para pembina ekstrakurikuler turut merasakan duka atas musibah ini. Mereka menyampaikan bahwa fasilitas yang rusak merupakan alat yang selama ini digunakan untuk membina prestasi dan aktivitas rutin peserta didik. Musibah ini membuat sebagian kegiatan harus dihentikan sementara.
Peserta didik yang tergabung dalam tim olahraga maupun kelompok seni Alfiansyah mengaku sedih melihat kondisi perlengkapan mereka. Bagi mereka alat-alat tersebut bukan sekadar sarana latihan, tetapi bagian dari proses pembentukan karakter, disiplin dan kerja sama tim.
Di tengah situasi ini madrasah tetap berupaya memastikan kegiatan ekstrakurikuler tidak berhenti sepenuhnya. Alternatif latihan dan penyusunan jadwal baru sedang dirancang agar aktivitas siswa tetap berjalan meski fasilitas belum sepenuhnya pulih.
Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah Hj. Juraida Siregar, S.Ag., M.Pd., menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi. Ia menegaskan bahwa pemulihan sarana ekstrakurikuler menjadi salah satu prioritas utama setelah banjir. “Ini musibah bagi kita semua, tetapi kita harus tetap kuat dan bekerja bersama-sama untuk memulihkan keadaan,” ujarnya.
Beliau juga memberikan semangat kepada seluruh peserta didik agar tetap optimis. Ia berharap musibah ini menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian antarwarga madrasah. “InsyaAllah dengan kerja sama yang baik semua fasilitas dapat kita pulihkan,” tambahnya.
Saat ini proses pembersihan, pendataan kerusakan dan identifikasi kebutuhan penggantian masih berlangsung. Madrasah juga berkoordinasi dengan komite, wali murid dan instansi terkait untuk mencari dukungan pemulihan. Harapannya kegiatan ekstrakurikuler MAN 3 Tapteng dapat segera kembali normal demi mendukung pengembangan bakat dan prestasi peserta didik.(ms)