Integrasi Pendidikan Agama dan Karakter melalui Program Sholat Zuhur Berjamaah dan Kultum Siswa di MAN 2 Tapanuli Tengah

Sorkam Kanan (Humas). Dalam rangka memperkuat karakter religius siswa, MAN 2 Tapanuli Tengah menerapkan budaya sholat Zuhur berjamaah secara rutin di lingkungan madrasah. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari sekolah dan diikuti oleh seluruh warga madrasah, termasuk guru dan tenaga kependidikan. Usai pelaksanaan sholat berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan kultum (kuliah tujuh menit) yang dibawakan secara bergiliran oleh siswa, Kamis (22/05/2025).

Kepala MAN 2 Tapanuli Tengah, H. Muhammad Lufti Siambaton, M.Pd menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk implementasi pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam, yang tidak hanya difokuskan pada aspek kognitif, tetapi juga afektif dan spiritual. Melalui sholat berjamaah, siswa diajarkan kedisiplinan waktu, ketundukan kepada Allah SWT, serta pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah di antara sesama.

Kultum yang disampaikan siswa menjadi sarana pembinaan mental dan pengembangan kemampuan public speaking. Siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan materi keagamaan, seperti akhlak, fiqih, kisah nabi, hingga motivasi islami yang relevan dengan kehidupan pelajar. Hal ini tidak hanya melatih keberanian berbicara di depan umum, tetapi juga memperkaya pemahaman agama mereka secara aplikatif.

Budaya sholat Zuhur berjamaah dan kultum siswa ini menjadi bagian dari strategi sekolah dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual. Program ini sejalan dengan visi madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam yang unggul dalam iman, ilmu, dan amal. Diharapkan, kebiasaan ini dapat terus melekat dan terbawa hingga siswa lulus dan terjun ke masyarakat.