
Pandan(Humas) Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kab. Tapanuli Tengah Julsukri Mangandar Limbong, S.Ag,.M.M, menghadiri acara tradisi Tepung Tawar yang digelar sebagai bentuk doa dan restu menjelang keberangkatan calon jemaah haji tahun 1446 Hijriah/2025 Masehi. Acara tersebut berlangsung khidmat di Gedung Olah Raga (GOR) Pandan Tapanuli Tengah Rabu (14/5/2025).
Tradisi Tepung Tawar merupakan salah satu kearifan lokal yang masih dijaga masyarakat sebagai bentuk simbolik penyucian diri, sekaligus ungkapan syukur dan doa keselamatan bagi calon jemaah haji yang akan menunaikan ibadah ke Tanah Suci. Dalam prosesi tersebut, calon jemaah dihiasi dengan air bunga, beras kunyit, dan rangkaian doa yang dipimpin oleh tokoh agama setempat.
Dalam sambutannya, Kakankemenag menyampaikan apresiasi atas pelestarian budaya lokal yang selaras dengan nilai-nilai Islam. Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapan fisik, mental, dan spiritual para jemaah dalam menghadapi rangkaian ibadah haji yang cukup panjang dan penuh tantangan.
“Tradisi ini bukan hanya seremonial, tetapi sarat makna. Ini adalah momentum memperkuat niat, memohon doa restu, dan membangun kebersamaan. Semoga para calon jemaah diberikan kelancaran, kesehatan, dan menjadi haji yang mabrur,” ujar Julsukri
Acara tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Tapteng,pejabat daerah, tokoh masyarakat,Forkopimda, serta keluarga dan kerabat para jemaah. Para calon jemaah tampak antusias dan haru mengikuti prosesi, yang menjadi bagian penting dari persiapan batin sebelum menunaikan rukun Islam kelima.
Tahun ini, jumlah 108 calon jemaah haji asal Kabupaten Tapanuli Tengah akan diberangkatkan dalam beberapa kloter, dengan jadwal keberangkatan yang dimulai pada tanggal 25 Mei 2025 Kemenag setempat telah melakukan sejumlah pembekalan manasik serta pemeriksaan kesehatan guna memastikan kesiapan jemaah.
Dengan berlangsungnya acara Tepung Tawar ini, diharapkan para calon jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan tenang, khusyuk, dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat.