
Barus (Humas) Rabu (13/11) Kepala Seksi Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah, Syamsul Simanjuntak S.Pd.MM, melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK) tahap 2 di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Tapanuli Tengah. Kegiatan monev ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan AKGTK berjalan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan serta untuk mengevaluasi pencapaian kompetensi guru dan tenaga kependidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan madrasah.
Dalam kegiatan yang berlangsung sejak 12-14 November ini, Bapak Kasi Pendis yang didampingi Kepala MAN 1 Tapteng Ibu Elmaryanti Marbun M.Hum dan sejumlah pejabat dan pengawas dari Kemenag Kabupaten serta guru-guru dari beberapa Madrasah. Mereka melakukan peninjauan langsung ke ruang kelas tempat dilaksanakannya asesmen serta berdialog singkat dengan para guru dan tenaga kependidikan yang mengikuti ujian.
Dalam sambutannya, Kasi Pendis syamsul simanjuntak menyampaikan bahwa AKGTK merupakan program penting dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan, khususnya dalam mengukur kompetensi profesional para pendidik. “Pelaksanaan AKGTK tahap 2 ini sangat penting sebagai langkah untuk memetakan kompetensi guru dan tenaga kependidikan. Dengan demikian, kita bisa merancang program pengembangan yang tepat sasaran,” ujar beliau.
Kepala MAN 1 Tap-Teng yang dalam hal ini bertindak sebagai Titik Lokasi pelaksanaan AKGTK Tahap II Tahun 2024 juga memberikan sambutan hangat dan menyambut baik kegiatan monitoring tersebut. Ibu Kepala dalam kesempatan itu mengungkapkan apresiasinya terhadap dukungan penuh dari Kemenag dalam pelaksanaan AKGTK. “Kami berharap melalui asesmen ini, kami bisa mengetahui sejauh mana kesiapan dan kemampuan para tenaga pendidik dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital saat ini,” tambahnya.
Pelaksanaan AKGTK tahap 2 ini sendiri melibatkan lebih dari 100 guru dan tenaga kependidikan dari beberapa Madrasah se-Kabupaten Tapanuli Tengah. Ujian kompetensi ini mencakup berbagai aspek, seperti kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan personal yang menjadi dasar dalam penilaian kinerja para pendidik.
Setelah melakukan peninjauan, Kasi Pendis memberikan beberapa catatan dan rekomendasi terkait pelaksanaan asesmen. Salah satunya adalah pentingnya kesiapan infrastruktur dan pemahaman mendalam para peserta mengenai materi ujian. “Kami berharap kedepannya, para guru dapat memanfaatkan hasil asesmen ini untuk meningkatkan kompetensi mereka di bidang masing-masing,” tambah Syamsul Simanjuntak
Kegiatan monitoring dan evaluasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Seluruh Madrasah di Kabupaten Tapanuli tengah, serta memberikan wawasan lebih bagi para pendidik tentang pentingnya pengembangan kompetensi diri dalam menghadapi tuntutan pendidikan yang semakin kompleks.