Kasi Pendis resmi Buka Matsama di MAN 2 Tapanuli Tengah

Sorkam (Humas) Rabu  16 Juli 2025 – Kepala Seksi Pendidikan Islam (Kasi Pendis) Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah, Bapak Syamsul Simanjuntak S.Pd.,MM, menjadi narasumber utama dalam kegiatan Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (Matsama) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Tapanuli Tengah. Kegiatan yang berlangsung meriah ini diikuti oleh seluruh siswa baru MAN 2 Tapanuli Tengah.

Dalam kesempatan tersebut, Kasi Pendis menyampaikan materi tentang Moderasi Beragama, sebuah tema yang sangat relevan dan penting untuk ditanamkan sejak dini kepada generasi muda, khususnya di lingkungan pendidikan madrasah.

“Moderasi beragama adalah cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama dengan cara mengejewantahkan esensi ajaran agama yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan umum, berlandaskan prinsip adil, berimbang, dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa,” jelas Syamsul di hadapan para siswa.

Beliau menekankan pentingnya sikap toleransi, saling menghargai, dan menjauhi segala bentuk ekstremisme dalam beragama. “Sebagai siswa madrasah, kalian adalah agen perubahan. Tunjukkanlah bahwa Islam adalah agama yang rahmatan lil ‘alamin, membawa kedamaian dan kasih sayang bagi seluruh alam,” imbuhnya.

Kegiatan Matsama ini merupakan agenda rutin yang bertujuan untuk memperkenalkan lingkungan madrasah, tata tertib, serta nilai-nilai dasar yang dianut oleh MAN 2 Tapanuli Tengah. Kehadiran Kasi Pendis Kemenag Tapteng sebagai narasumber moderasi beragama semakin memperkuat komitmen madrasah dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki pemahaman agama yang moderat dan inklusif.

Kepala MAN 2 Tapanuli Tengah, Lufti Siambaton, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kesediaan Bapak Kasi Pendis untuk berbagi ilmu dan wawasan kepada siswa-siswi baru. “Materi moderasi beragama ini sangat krusial untuk membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia dan cinta tanah air,” ujarnya.

Para siswa baru tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan, terlihat dari banyaknya pertanyaan dan interaksi yang terjalin selama sesi. Diharapkan, pemahaman tentang moderasi beragama ini dapat menjadi bekal bagi mereka dalam menjalani kehidupan bermasyarakat yang harmonis di masa depan.