
Pandan (Humas)-Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Tapanuli Tengah Hj. Juraida Siregar, S.Ag, M.Pd, menerima bantuan sarana pendidikan berupa 45 set meja dan kursi dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama Republik Indonesia,Selasa(13/1).
Bantuan tersebut diserahkan pasca banjir bandang yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah dan mengakibatkan sejumlah fasilitas pendidikan mengalami kerusakan, termasuk sarana belajar di lingkungan madrasah.
Penyerahan bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan perhatian pemerintah pusat terhadap dunia pendidikan di daerah terdampak bencana agar proses pembelajaran tetap dapat berjalan dengan baik. Serah terima bantuan dilaksanakan di lingkungan madrasah dan disaksikan oleh unsur pimpinan madrasah, tenaga kependidikan serta pihak penyedia barang.
Juraida Siregar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ditjen Pendis Kemenag RI atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada MAN 3 Tapanuli Tengah pasca musibah banjir bandang. Bantuan meja dan kursi ini sangat membantu madrasah dalam memenuhi kebutuhan sarana belajar yang layak setelah sebagian fasilitas terdampak banjir.
Dengan adanya tambahan 45 set meja dan kursi madrasah dapat segera melakukan pemulihan sarana kelas sehingga kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung dengan nyaman.
Bantuan sarana pendidikan ini juga menjadi wujud nyata hadirnya negara dalam mendukung pemulihan pendidikan di wilayah terdampak bencana. Selain meningkatkan kenyamanan belajar, fasilitas yang memadai juga diharapkan dapat membangkitkan kembali semangat belajar peserta didik setelah melewati masa sulit akibat bencana.
Pihak madrasah berkomitmen untuk menjaga dan memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya demi kepentingan pendidikan jangka panjang.
Kepala Madrasah menegaskan bahwa seluruh sarana yang diterima akan digunakan sesuai peruntukannya dan dirawat secara bersama-sama oleh seluruh warga madrasah.
Bantuan dari Ditjen Pendis Kemenag RI ini menjadi motivasi bagi MAN 3 Tapanuli Tengah untuk terus bangkit, berbenah dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan pasca bencana.(ms)