
Sorkam Barat (Humas) – Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Tapanuli Tengah secara resmi menyerahkan sertifikat penghargaan kepada 4 siswa yang berhasil meraih prestasi gemilang dalam ajang Kompetisi Sahabat Pena Internasional 2025. Penyerahan penghargaan ini dilaksanakan di tengah pelaksanaan upacara bendera yang diikuti oleh seluruh civitas akademika madrasah Senin, 19 Januari 2026. Prestasi ini menjadi kebanggaan besar karena para siswa mampu bersaing dengan peserta dari berbagai negara dalam kemampuan menulis dan literasi lintas budaya.
Dalam sambutannya, Kepala MAN 2 Tapanuli Tengah H. Muhammad Lufti Siambaton, M.Pd., menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas keberhasilan para siswa yaitu Muhammad Luthfiy peraih posisi ke-2 mini dokumenter yang paling kreatif, Chelsea Aulia peraih posisi ke-4 surat paling informative, Yousliana Habeahan posisi ke-5 mini dokumenter yang paling kreatif, dan Putri Ana Sahdi Tanjung posisi ke-5 dekorasi surat terbaik yang telah berhasil menembus kancah internasional. Beliau menegaskan bahwa kemenangan ini membuktikan bahwa siswa madrasah memiliki kompetensi yang sejajar dengan pelajar global, terutama dalam penguasaan bahasa asing dan kemampuan membangun jejaring komunikasi internasional. Penghargaan ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi siswa lain untuk tidak ragu mengeksplorasi potensi diri di luar kurikulum reguler.
Kompetisi Sahabat Pena Internasional sendiri merupakan ajang bergengsi yang diadakan oleh Mahang menantang siswa untuk bertukar gagasan, budaya, dan visi perdamaian melalui tulisan tangan dan esai digital. Empat siswa/i MAN 2 Tapanuli Tengah berhasil memukau juri dengan narasi mengenai kearifan lokal Sumatera Utara yang dikemas dalam bahasa Inggris yang fasih. Keberhasilan ini tidak lepas dari bimbingan intensif para guru pendamping yang secara rutin melatih teknik penulisan dan tata bahasa para siswa sebelum kompetisi dimulai.
Kepala Madrasah berkomitmen untuk terus mendukung program-program literasi serupa guna menjaring bibit unggul baru di masa depan. Beliau berharap agar capaian Muhammad Luthfiy dan kawan-kawan tidak berhenti di sini, melainkan menjadi langkah awal untuk mengikuti kompetisi tingkat global lainnya yang lebih menantang. Dengan dukungan fasilitas madrasah yang semakin memadai, diharapkan MAN 2 Tapanuli Tengah dapat terus melahirkan generasi emas yang mampu berbicara banyak di panggung dunia.
Acara penyerahan penghargaan diakhiri dengan sesi foto bersama dan sorak sorai bangga dari para rekan sejawat. Suasana haru menyelimuti lapangan saat para pemenang memamerkan sertifikat mereka sebagai simbol kerja keras yang terbayar lunas. Dengan pencapaian ini, MAN 2 Tapanuli Tengah semakin memperkokoh posisinya sebagai madrasah unggulan yang berwawasan global namun tetap menjaga identitas nilai-nilai keislaman yang kuat.