
Pandan (Humas). Kepala Madrasah Aliyah Negeri 3 Tapanuli Tengah hadiri zoom virtual meeting kampanye bersama penyaluran dana Zakat, Infaq, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya serta menumbuhkan dan membangun kolaborasi antara Kementerian Agama dan pengelola zakat di Indonesia bertempat di Kantor Kemenag Tapanuli Tengah, Kamis(18/7).
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI. Tujuan diadakannya untum memeriahkan dan menyemarakkan Lebaran Yatim yang bertema Berbagi Cinta Berlimpah Berkah dan Kick Off Program Pemberdayaan Ekonomi di seluruh Indonesia.
Turut hadir Kakan Kemenag Tapanuli Tengah H. Zulsukri M.Limbong, S.Ag MM, Kabag TU Kemenag Tapanuli Tengah H. Ismail, Kasi Pendis Kemenag Tapanuli Tengah Syamsul Simanjuntak, Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah Hj. Juraida Siregar, S.Ag, Kepala MTs se Kab. Tapanuli Tengah, Kepala MI se Kab. Tapanuli Tengah serta peserta didik tingkat MI,MTs & MA.
Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah Hj. Juraida Siregar, S.Ag menyampaikan bahwa MAN 3 Tapanuli Tengah mendukung penuh program dari Direktorat Pemberdayaan Zakat dan wakaf Kementerian Agama RI. “Alhamdulillah dengan diadakannya kegiatan ini dapat membantu para yatim untuk menggapai cita-citanyaKami turut bangga dan senang Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak yatim karena dapat membantu mereka dalam memenuhi kebutuhannya masing-masing tidak hanya bantuan materi melainkan semangat & motivasi kepada anak-anak yatim untuk terus berjuang dalam meraih cita-citanya.
Beliau juga menyampaikan bahwa kami turut bangga dan senang atas terlaksananya Kegiatan Lebaran Yatim. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak yatim karena dapat membantu mereka dalam memenuhi kebutuhannya masing-masing tidak hanya bantuan materi melainkan semangat & motivasi kepada anak-anak yatim untuk terus berjuang dalam meraih cita-citanya.
“Terima kasih kepada Kementerian Agama Tapanuli Tengah yang telah memberikan bantuan kepada 45 orang peserta didik MAN 3 Tapanuli Tengah yatim, Piatu dan Fakir miskin. Semoga bantuan tersebut dapat dimanfaatkan oleh peserta didik dengan sebaik-baiknya mengingat anak-anak yatim tersebut merupakan generasi masa depan yang harus kita perhatikan bersama,”tutup Kepala. (ms)