
Pandan (Humas). Suasana penuh khidmat menyelimuti lapangan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Tapanuli Tengah pada Jumat pagi (10/10) ketika seluruh warga madrasah melantunkan istighfar bersama yang dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah Hj. Juraida Siregar, S.Ag., M.Pd. Kegiatan ini dilaksanakan usai apel pagi dan menjadi momen spiritual yang menyejukkan hati seluruh peserta didik dan guru.
Pembacaan istighfar tersebut diinisiasi sebagai bentuk introspeksi diri dan penguatan nilai-nilai spiritual di lingkungan madrasah. Dengan suara lembut dan penuh penghayatankepala madrasah memimpin lantunan istighfar yang diikuti serentak oleh seluruh peserta didik dan guru menciptakan suasana religius yang mendalam.
Dalam arahannya Kepala Madrasah mengajak seluruh warga madrasah untuk memperbanyak istighfar sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT dan membersihkan hati dari segala kesalahan serta kelalaian.“Istighfar bukan hanya ucapan di lisan tetapi juga panggilan hati untuk memperbaiki diri. Dengan memperbanyak istighfar insyaallah hidup kita akan lebih tenang hati menjadi bersih dan ilmu yang kita pelajari diberkahi,” tuturnya.
Para peserta didik MAN 3 Tapteng tampak khusyuk mengikuti kegiatan ini. Suara lantunan istighfar menggema di seluruh area madrasah menciptakan getaran spiritual yang kuat. Beberapa peserta didik bahkan mengaku merasa lebih tenang dan termotivasi untuk belajar setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Rasanya adem dan damai sekali. Membaca istighfar bersama membuat kami lebih semangat belajar dan ingin menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkap Ummi Salkya.
Selain pembacaan istighfar kegiatan pagi tersebut juga diisi dengan nasihat singkat dari kepala madrasah tentang pentingnya menjaga kebersihan hati dan akhlak. Ia menegaskan bahwa kecerdasan akademik harus diiringi dengan kecerdasan spiritual agar peserta didik tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga berakhlak mulia.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan Dahrul Effendi menambahkan bahwa kegiatan istighfar bersama ini akan dijadikan program rutin setiap pekan.“Kami ingin membiasakan peserta didik memulai hari dengan dzikir dan istighfar agar suasana belajar lebih berkah dan damai. Inilah ciri khas madrasah belajar dengan hati dan mendekatkan diri kepada Allah,” ujarnya.
Kegiatan pembacaan istighfar ini menjadi momentum penting bagi MAN 3 Tapanuli Tengah dalam memperkuat karakter religius peserta didik. Dengan semangat “Madrasah Maju, Bermutu, dan Mendunia,” madrasah ini terus berkomitmen mencetak generasi berilmu yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga berjiwa lembut, berakhlak dan beriman kuat.(ms)