
Lopian (Humas) 8 September 2025 – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 6 Tapanuli Tengah, Masyhur Tanjung, S.Ag, secara resmi memulai program supervisi akademik kepada seluruh guru di madrasah. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan profesionalisme guru menyongsong semester Ganjil tahun ajaran 2025/2026 .
Supervisi akademik yang dilaksanakan oleh Kepala MIN 6 Tapanuli Tengah bertujuan untuk:
Meningkatkan Kompetensi Pedagogik dan Profesional Guru – Melalui observasi langsung dan umpan balik terhadap proses pembelajaran di kelas.
Memantau Pelaksanaan Kurikulum – Memastikan perangkat pembelajaran seperti RPP dan evaluasi hasil belajar sesuai dengan standar nasional.
Mendorong Pengembangan Berkelanjutan – Guru dibimbing untuk mengidentifikasi kelemahan dan memperbaiki metode pengajaran melalui refleksi diri .
Program ini sejalan dengan kebijakan terbaru Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang menyederhanakan sistem pengelolaan kinerja guru. Mulai Januari 2025, supervisi tidak lagi berbasis poin tetapi fokus pada refleksi diri dan verifikasi oleh atasan langsung .
Supervisi dilakukan dengan pendekatan kolaboratif dan teknik individual, meliputi:
- Kunjungan Kelas – Observasi langsung terhadap aktivitas guru dan siswa selama pembelajaran.
- Pertemuan Individual – Dialog antara kepala madrasah dan guru untuk membahas kekuatan dan area perbaikan.
- Kunjungan Antar Kelas – Guru berkesempatan belajar dari rekan sejawat melalui observasi praktik terbaik .
Instrumen supervisi yang digunakan mencakup penilaian terhadap administrasi pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi hasil belajar. Dokumen terkait telah disediakan dalam format terstandar, seperti Format Supervisi RPP dan Proses Pembelajaran .
Guru-guru MIN 6 Tapanuli Tengah menyambut positif program ini. Salah seorang guru, Hasnifa Sinaga, menyatakan bahwa supervisi membantu meningkatkan motivasi dan efektivitas pengajaran. “Dengan pendekatan yang lebih sederhana dan fokus pada refleksi, kami bisa lebih berkonsentrasi pada peningkatan kualitas murid,” ujarnya .
Program ini juga sejalan dengan hasil Survei Nasional Supervisi Pengelolaan Kinerja Guru dan Kepala Sekolah yang digelar Kemendikdasmen pada Juli 2025. Survei tersebut menekankan bahwa supervisi akademik bukan hanya tentang penilaian, tetapi juga pengembangan pegawai dan pencapaian tujuan organisasi pendidikan .
Kepala MIN 6 Tapanuli Tengah berencana mengadakan pelatihan lanjutan berbasis hasil supervisi, seperti workshop penyusunan RPP dan penggunaan media pembelajaran. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antar-guru dan mendorong terciptanya lingkungan belajar yang inovatif.
Supervisi akademik yang dijalankan oleh Kepala MIN 6 Tapanuli Tengah bukan hanya memenuhi kewajiban administratif, tetapi menjadi bagian dari transformasi pendidikan yang berkelanjutan. Dengan fokus pada pengembangan guru dan peningkatan mutu pembelajaran, program ini diharapkan dapat berkontribusi pada pencapaian tujuan pendidikan nasional.