Latihan Baca Al-Qur’an dan Pidato sebagai Wujud Pendidikan Berkualitas dan Bernilai Islami

Pandan(Humas). MAN 3 Tapanuli Tengah terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang unggul, ramah, serta terintegrasi dengan nilai-nilai keagamaan. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut adalah penyelenggaraan latihan baca Al-Qur’an dan latihan pidato bagi peserta didik, yang dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari pembinaan karakter dan penguatan kompetensi siswa, Rabu(17/9).

Kegiatan ini menjadi sarana strategis bagi peserta didik untuk mengasah dua keterampilan sekaligus. Pertama, kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai kaidah tajwid. Dengan latihan terarah, peserta didik tidak hanya dituntut lancar membaca, tetapi juga memahami makna kandungan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Kedua, keterampilan berpidato, yang melatih keberanian, kemampuan berbicara di depan umum, serta mengasah logika dan kepekaan dalam menyampaikan pesan-pesan keislaman maupun moral kepada masyarakat.

Latihan ini dibimbing langsung oleh Khoirun Anwar, guru MAN 3 Tapanuli Tengah, yang memiliki dedikasi tinggi dalam membimbing para peserta didik. Dalam setiap pertemuan, beliau dengan sabar mengajarkan teknik membaca Al-Qur’an secara tartil, membetulkan bacaan yang kurang tepat, sekaligus memotivasi peserta didik agar menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat dalam kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, dalam sesi pidato, beliau membekali siswa dengan cara menyusun naskah pidato yang baik, melatih intonasi suara, serta menanamkan kepercayaan diri agar berani berbicara di hadapan orang banyak.

Menurut Khoirun Anwar, pembiasaan semacam ini sangat penting karena selain meningkatkan keterampilan, juga membentuk akhlak Islami peserta didik. “Melalui latihan baca Al-Qur’an dan pidato, siswa belajar tentang disiplin, kesungguhan, serta tanggung jawab. Mereka tidak hanya dituntut untuk tampil, tetapi juga untuk memahami nilai-nilai yang mereka sampaikan. Dengan demikian, kegiatan ini mampu membentuk pribadi yang cerdas, religius, dan siap berkontribusi di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah, Muallimah Hj. Juraida Siregar, S.Ag., M.Pd., menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan ini. Beliau menekankan bahwa program latihan baca Al-Qur’an dan pidato merupakan bagian dari visi madrasah dalam mencetak lulusan yang unggul tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga dalam aspek spiritual dan sosial.
“Latihan ini tidak boleh dipandang sekadar rutinitas, tetapi sebagai bagian penting dari pembinaan akhlak mulia dan keterampilan abad 21. Kita ingin anak-anak kita tidak hanya fasih membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu menyampaikan gagasan dengan percaya diri, sopan, dan penuh makna. Dengan begitu, mereka benar-benar akan tumbuh sebagai generasi yang berkarakter Islami, tangguh, serta siap menghadapi tantangan zaman,” tegasnya.

Pelaksanaan kegiatan ini mendapat sambutan positif dari peserta didik. Banyak di antara mereka merasa lebih percaya diri dan termotivasi untuk terus meningkatkan kemampuan diri. Suasana kegiatan pun berlangsung penuh semangat, di mana setiap siswa diberi kesempatan tampil bergantian membaca Al-Qur’an maupun berpidato di hadapan teman-temannya. Guru pembimbing dan rekan siswa lainnya turut memberikan masukan, sehingga tercipta suasana belajar yang inklusif, ramah, dan saling mendukung.

Melalui kegiatan ini, MAN 3 Tapanuli Tengah berharap dapat melahirkan generasi yang unggul secara intelektual, matang secara spiritual, dan berkarakter sosial. Latihan baca Al-Qur’an dan pidato bukan hanya melatih kemampuan teknis, melainkan juga menjadi bagian dari pembentukan pribadi yang seimbang, berintegritas, serta siap menjadi agen perubahan positif di tengah masyarakat.

Dengan demikian, kegiatan ini benar-benar menjadi perwujudan nyata dari pendidikan berkualitas dan bernilai Islami, sesuai dengan semangat madrasah untuk terus membina generasi emas Indonesia yang cerdas, religius, dan berakhlak mulia.(ms)