Lebaran Yatim,Kakankemenag Tapanuli Tengah Santuni 25 Anak Yatim di MTs.N 2 Tapanuli Tengah

Pinangsori.(Humas)- Kementrian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah adakan santunan untuk siswa-siswi Yatim di lingkungan MTsN 2 Tapanuli Tengah pada Selasa, 16 Juli 2024.

Kegiatan ini bertepatan dengan tanggal 10 Muharram, yang biasa dikenal dengan Idul Yatama atau Lebaran Yatim. Santunan ini disalurkan kepada siswa-siswi Yatim di MTsN 2 Tapanuli Tengah.

Dalam sambutannya, Kakan Kemenag Tapanuli Tengah yang diwakili Kepala Madrasah MTsN 2 Tapanuli Tengah Hj Kawati S.Pd menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk apresiasi dan perhatian madrasah pada siswa-siswi Yatim di Madrasah kita ini.

“Dalam momen lebaran yatim ini, kita semua harus bisa menyayangi, menghargai para Yatim. Jangankan memukul, dalam Qur’an surat al-Ma’un menghardik pun jangan.” Tutur Kawati dalam sambutannya.

Selanjutnya Hj.Kawati menyarankan agar uang santunan yang diberikan untuk diprioritas pada kebutuhan sekolah. Hj Kawati juga memberikan motivasi kepada seluruh siswa-siswi Yatim agar tidak minder dan berkecil hati.

“Ada pepatah luar biasa yang ingin saya sampaikan khususnya untuk para yatim, yakni ‘bercita-citalah engkau setinggi langit, karena ketika engkau jatuh, engkau akan terjatuh diantara bintang-bintang”. Tutur Hj.Kawati menyemangati.

Sementara itu, menurut Aswin Hasibuan,S.Pd, koordinator kegiatan santuanan menyampaikan bahwa santunan ini diberikan kepada 25 siswa siswi Yatim MTsN 2 Tapanuli Tengah yang sebelumnya telah didata.

“Kami menyiapkan 25 santunan untuk siswa siswi Yatim di MTsN 2 Tapanuli Tengah. Meskipun nilainya tidak banyak, semoga bisa membantu dan memberikan kebahagiaan kecil untuk mereka.” Pungkas Aswin.

Momentum 10 Muharram dijadikan sebagai Idul Yatama, berdasarkan anjuran untuk menyantuni anak-anak yatim pada hari tersebut.

Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Rasulullah SAW sangat menyayangi anak-anak yatim. Beliau lebih menyayangi lagi pada hari Asyura (tanggal 10 Muharram). Di mana pada tanggal tersebut, Beliau menjamu dan bersedekah bukan hanya kepada anak yatim, tapi juga keluarganya.

Pada hari Asyura, selain memberi santunan kepada anak yatim, umat islam juga dianjurkan untuk mengusap kepala anak yatim.