
Sorkam Barat (Humas) – MAN 2 Tapanuli Tengah kembali menegaskan komitmennya dalam peningkatan mutu pendidikan dengan menggelar kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) khusus tentang “Penguatan Deep Learning (Pembelajaran Mendalam)”. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh rekan guru ini dibuka secara resmi oleh Kepala Madrasah, H. Muhammad Lufti Siambaton, M.Pd., yang menyatakan bahwa deep learning adalah kunci untuk menyiapkan peserta didik menghadapi tantangan abad ke-21. Beliau menekankan bahwa guru harus bergeser dari peran sebagai penyampai materi menjadi fasilitator yang mendorong siswa untuk berpikir kritis, berkolaborasi, dan memecahkan masalah kompleks. Sabtu, 18 Oktober 2025.
Sesi inti MGMP berfokus pada pemahaman dan implementasi enam kompetensi dasar dalam deep learning, yaitu character, citizenship, collaboration, communication, creativity, dan critical thinking. Narasumber ahli yang dihadirkan menjelaskan bagaimana enam kompetensi ini harus terintegrasi secara holistik di setiap mata pelajaran. Para guru dibekali teknik merancang unit pembelajaran yang menantang siswa untuk mengaitkan materi pelajaran dengan konteks dunia nyata, sehingga proses belajar menjadi lebih bermakna dan tidak sekadar berfokus pada capaian kognitif tingkat rendah.
Bagian paling interaktif dari MGMP ini adalah sesi tanya jawab mendalam dengan narasumber Imam Purhadi, S.Pd., MM., yang memberikan kesempatan bagi para guru untuk mengklarifikasi konsep dan tantangan praktis terkait penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau modul ajar berbasis deep learning. Melalui diskusi terbuka ini, para guru secara aktif mengajukan pertanyaan tentang bagaimana mengadaptasi materi pelajaran yang sulit menjadi proyek atau kegiatan yang membutuhkan analisis mendalam dan solusi inovatif dari siswa. Interaksi langsung dengan narasumber ini diharapkan memberikan pemahaman yang tajam dan solusi praktis, memastikan transisi yang efektif dari konsep teoretis deep learning ke praktik pengajaran nyata di dalam kelas.
Kepala MAN 2 Tapanuli Tengah, H. Muhammad Lufti Siambaton, M.Pd., mengungkapkan harapannya bahwa penguatan deep learning ini akan menghasilkan lulusan yang memiliki kecakapan hidup yang kuat dan berdaya saing global. “Tujuan kita bukan hanya mencetak siswa yang pintar menghafal, tetapi siswa yang mampu menggunakan pengetahuannya untuk memecahkan masalah, berempati, dan menjadi warga negara yang bertanggung jawab,” ujarnya. Keberhasilan MGMP ini diyakini akan menjadi katalisator bagi transformasi metode pengajaran di lingkungan madrasah.
Sebagai penutup, panitia pelaksana MGMP mengumumkan rencana tindak lanjut berupa pendampingan sejawat (peer coaching) dan forum refleksi rutin untuk memastikan implementasi deep learning berjalan konsisten di setiap kelas. MAN 2 Tapanuli Tengah menunjukkan komitmennya menjadikan peningkatan kompetensi guru sebagai program berkelanjutan. Kegiatan ini menegaskan posisi MAN 2 Tapanuli Tengah sebagai lembaga pendidikan yang proaktif dalam mengadopsi inovasi pedagogi demi mencapai kualitas pendidikan madrasah yang unggul.