Monitoring Bersama Kakan Kemenag Kab. Tapanuli Tengah: Evaluasi Pembangunan Zona Integritas (ZI)

Barus (Humas)- Rombongan Kakan Kemenag tiba di MTsN 1 Tapanuli Tengah pada (24/7), dalam agenda monitoring dan evaluasi pembangunan ZI. Monitoring ini menjadi ruang koordinasi dan diskusi strategis antara kepala kantor Kemenag Kab. Tapanuli Tengah dengan Kepala MTsN 1 Tapanuli Tengah, Kepala MAN 1 Tapanuli Tengah dan para dewan guru Koordinator masing-masing madrasah.

Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen Kemenag Tapteng dalam mendorong satuan kerja di lingkungan Kementerian Agama untuk menerapkan tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, dan akuntabel.

Kepala Madrasah MTsN 1 Tapanuli Tengah, Maria Ulfah Siregar, dalam sambutanya menyampaikan selamat datang kepada seluruh undangan yang berhadir pada agenda monitoring. “selamat datang kami ucapkan kepada Kakan Kemenag Bapak Julsukri Mangandar, S.ag. MM beserta seluruh rombongan, selamat datang kepada Kepala MAN 1 Tapanuli Tengah dan seluruh undangan yang berhadir pada agenda monitoring di MTsN 1 Tapanuli Tengah, seperti yang kita tahu proses monitoring ini merupakan bagian yang sangat penting dalam pembangunan Zona Integritas, oleh karena itu, monitoring ini kami pandang sebagai momen refleksi dan evaluasi terhadap pelaksanaan dan pemantapan kementerian Kab. Tapanuli Tengah sebagai Zona Integritas,” ucapnya.

Mengawali kegiatan Monitoring Kakan Kemenag, Julsukri Mangandar, S.Ag. MM, Mengatakan, “Bapak/ ibu kegiatan monitoring ini sangat penting dalam pembangunan zona integritas, karena melalui kegiatan ini kita dapat mengukur sejauh mana komitmen, pelaksanaan, serta perbaikan yang Madrasah Bapak/Ibu telah dan sedang lakukan dalam rangka mewujudkan Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani. Pemanfaatan Zona Integritas ini nantinya mengedepankan peningkatan mutu pelayanan khususnya Aplikasi Digital Kementerian agama,” ucapnya.

Lebih lanjut, Julsukri juga mengatakan, “penting sekali bagi Bapak/Ibu untuk kemudian belajar meningkatkan kemampuan IT, hal ini merupakan tuntutan zaman dan tuntutan profesi yang kita geluti. Di zaman sekarang penguasaan IT sudah menjadi keharusan bagi setiap guru apalagi yang berada di wilayah Kementerian Agama karena kita sedang berupaya melakukan pelaksanaan reformasi birokrasi melalui pemanfaatan teknologi digital yang trasparan, akuntabel, dan terintegrasi. Dimana dengan pembangunan zona integritas ini diharapkan terciptanya budaya kerja yang moderen, pelayanan publik yang lebih baik, serta pengawasan yang lebih ketat terhadap kinerja dan integritas pegawai, oleh sebab itu memahami IT adalah langkah awal yang harus kita upayakan secara bertahap,” ucanya.

“Monitoring ini menjadi ruang koordinasi dan diskusi strategis antara Kepala kantor Tapanuli Tengah dengan Madrasah, sebagai awal untuk menyelaraskan serta memastikan bahwa pelaksanaan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) berjalan secara konsisten, efektif, dan berkelanjutan,” tutup Julsukri Mangandar.