
Pinangsori (Humas) – MTs Negeri 2 Tapanuli Tengah melaksanakan Kegiatan MGMP se-KKM untuk tenaga pendidik dengan tujuan meningkatkan kompetensi profesional, pedagogik, sosial, dan kepribadian guru melalui kolaborasi dan pengembangan bersama antar sesama guru mata pelajaran. Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan 8 Oktober 2025. Kegiatan ini yang bertindak sebagai narasumber yaitu dengan menghadirkan secara langsung Kepala seksi Pendidikan agama Islam kementrian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah Syamsul Simanjuntak dan Yusrida Sihombing. Kegiatan ini berlangsung di ruang Lab Komputer MTsN 2 Tapanuli Tengah dan diikuti oleh seluruh pendidik MTsN 2 Tapanuli Tengah dan beberapa Guru dari Se-KKM MTsN 2 Tapanuli Tengah (Sabtu 8 November 2025)
Kegiatan MGMP ini dilaksanakan dengan materi utama “Penyusunan Perencanaan Pembelajaran Mendalam dengan Insersi Kurikulum Berbasis Cinta”, menghadirkan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya menekankan penguasaan kompetensi akademis, melainkan juga pembentukan karakter, empati, dan kepekaan sosial peserta didik.
Acara dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Kasi pendidikan Islam Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah Syamsul Simanjuntak. Yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya penyusunan perangkat pembelajaran sebagai dasar utama dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran di madrasah. Saya sangat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan MGMP yang menjadi wadah strategis dalam pengembangan kompetensi guru melalui MGMP, guru tidak hanya saling berbagi ilmu dan pengalaman, tetapi juga bersama-sama membangun pemahaman yang utuh terhadap kurikulum, asesmen, strategi pembelajaran, serta penguatan karakter siswa.
Dalam sambutannya Kepala Madrasah Kawati berpesan kepada seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya mulai dari awal kegiatan sampai selesai, beliau menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para guru yang tergabung dalam MGMP, karena kegiatan ini merupakan wujud nyata profesionalisme guru dalam meningkatkan mutu pembelajaran. Dalam dunia pendidikan yang terus berkembang, MGMP menjadi forum penting untuk berbagi praktik baik, menyusun perangkat ajar, serta menyamakan persepsi terhadap kurikulum yang berlaku, termasuk implementasi Kurikulum Merdeka saat ini.
Selanjutnya dalam paparannya, Kawati juga menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta yang mulai diterapkan secara bertahap oleh Kementerian Agama berfokus pada pengembangan karakter, pembelajaran berbasis pengalaman, serta perhatian mendalam pada aspek sosial dan emosional, untuk melahirkan insan yang humanis, nasionalis, naturalis, toleran, dan berbasis cinta.
Pendekatan ini sejalan dengan semangat madrasah sebagai ruang pendidikan yang menyentuh hati dan akal, bukan tentang pencapaian akademik semata. Beliau juga menegaskan bahwa kurikulum berbasis cinta dirancang untuk mendorong siswa mengintegrasikan nilai-nilai kemanusiaan dan kasih sayang dalam setiap aktivitas pembelajaran, membangun lingkungan belajar yang inklusif, empatik dan bermakna secara emosional.
Saya berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan output yang bermanfaat, tidak hanya bagi guru sebagai individu, tetapi juga bagi siswa, sekolah, dan dunia pendidikan pada umumnya.A.W