
Pinangsori (Humas). Sebanyak Tiga orang siswa MTsN 2 Tapanuli Tengah mengikuti simulasi Pra KSM tingkat Provinsi Kanwil Kementerian Agama yang bekerja sama dengan ADZKIA melalui CAT. Tiga orang siswa mengikuti simulasi untuk bidang studi Matematika, IPA, dan IPS. Sedangkan tiga siswa merupakan perwakilan siswa MTsN 2 Tapanuli Tengah untuk bidang studi sosial sains terpadu secara beregu, Rabu 06 Agustus 2025.
Kompetisi Sains Madrasah (KSM) adalah sebuah ajang berkompetisi dalam bidang sains yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Kompetisi Sains Madrasah merupakan sebuah kegiatan sebagai wahana membangun gairah kompetisi sains dikalangan siswa madrasah. Kompetisi ini diikuti oleh siswa-siswi dari jenjang SD/MI sampai MA/SMA dengan mengusung tema “Madrasah Maju,Bermutu,Mendunia”.
Kompetisi Sains Madrasah diselenggarakan mulai dari tahun 2012 hingga tahun 2017 dilakukan secara konvensional dan pelaksanaan Kompetisi Sains Madrasah berbasis teknologi dimulai sejak tahun 2018 sampai dengan sekarang.
Aspan Maruli Siregar.S.Pd sebagai pembimbing bidang IPA mengatakan “diharapkan dengan simulasi ini peserta KSM MTsN 2 Tapanuli Tengah lebih mengenal bentuk dan tingkat kesulitan soal KSM tingkat Kabupaten yang akan dilaksanakan pada September mendatang”.
Salah satu peserta KSM MTsN2 Tapanuli Tengah Helen dari tim beregu mengungkapkan bahwa soal – soal yang diujikan cukup sulit karena berupa social sains terpadu walaupun sulit kami tetap berusaha dengan maksimal agar dapat menjawab soal – soal yang diujikan.
Kepala MTsN 2 Tapanuli Tengah, Kawati berharap dari kegiatan seleksi ini, muncul bibit-bibit unggul yang dapat menjaga eksistensi MTsN 2 serta dapat menjadi tolak ukur bagi MTsN 2 Tapanuli Tengah dalam mempersiapkan delegasinya untuk berkompetisi dalam ajang KSM tahun berikutnya. ujar Kawati. A.W