Panggung Ekspresi Kreativitas: Siswa MAN 2 Tapanuli Tengah Gelar Praktik Karya Tari Intensif

Sorkam Barat (Humas) – Siswa-siswi MAN 2 Tapanuli Tengah menunjukkan dedikasi tinggi dalam melestarikan seni dan budaya melalui kegiatan praktik karya tari yang diselenggarakan secara intensif. Kegiatan ini merupakan bagian integral dari mata pelajaran Seni Budaya serta ekstrakurikuler tari, yang bertujuan tidak hanya mengasah bakat artistik siswa tetapi juga menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya bangsa, baik tradisional maupun modern. Di bawah bimbingan guru seni tari, para siswa tampak serius mengulang setiap gerakan, mulai dari koreografi dasar hingga formasi yang kompleks, demi menghasilkan sebuah karya tari yang sempurna dan penuh makna. Senin, 27 Oktober 2025.

Latihan praktik karya tari ini dikenal sangat menantang secara fisik dan mental. Para siswa, bahkan harus berlatih di bawah terik matahari, menunjukkan semangat pantang menyerah yang patut diacungi jempol. Salah satu siswi, Aifa Aura dari kelas XII 1, mengungkapkan bahwa tantangan fisik justru melatih daya tahan dan kedisiplinan. Proses penciptaan karya tari ini melibatkan elemen penting seperti kekompakan tim (koordinasi gerakan), ketahanan fisik, serta interpretasi emosi melalui gerakan. Inilah mengapa praktik tari dianggap sebagai wadah holistik untuk pembentukan karakter, melatih siswa untuk bekerja sama dan konsisten dalam mencapai tujuan artistik.

Fokus utama dalam praktik ini adalah melestarikan seni tari daerah. Meskipun tidak menutup diri dari genre modern, MAN 2 Tapanuli Tengah secara konsisten mendorong siswa untuk mengenal, mempelajari, dan membawakan tarian-tarian khas Indonesia. Guru Pembimbing Seni Tari, Ervita Mandasari, S.Pd., menekankan bahwa kegiatan ini adalah cara efektif untuk menumbuhkan rasa bangga siswa terhadap budaya lokal. Karya tari yang mereka ciptakan dan praktikkan seringkali dipersiapkan untuk ditampilkan pada acara-acara besar madrasah atau peringatan hari besar nasional, menjadikannya sarana ekspresi budaya yang signifikan di lingkungan sekolah.

Kegiatan praktik karya tari ini juga mendapat dukungan penuh dari pihak madrasah. Kepala MAN 2 Tapanuli Tengah, H. Muhammad Lufti Siambaton, M.Pd., sering mengapresiasi tinggi antusiasme siswa dan dedikasi guru pembimbing. Beliau menyatakan bahwa madrasah akan terus memberikan dukungan penuh untuk pengembangan bakat non-akademik siswa. Menurutnya, seni tari adalah media yang sangat baik untuk mengembangkan kreativitas, disiplin, dan kemampuan siswa dalam mengekspresikan diri, sejalan dengan visi madrasah untuk mencetak generasi yang cerdas, terampil, dan berakhlak mulia.

Program praktik karya tari di MAN 2 Tapanuli Tengah diharapkan akan terus berkembang. Keberhasilan praktik ini tidak hanya diukur dari keindahan koreografi semata, tetapi juga dari nilai-nilai positif yang tertanam pada siswa, yaitu semangat kolaborasi, ketekunan, dan apresiasi mendalam terhadap kebudayaan. Praktik karya tari ini membuktikan bahwa MAN 2 Tapanuli Tengah sukses menjadi lembaga pendidikan yang mampu menyeimbangkan kecerdasan intelektual dengan pengembangan bakat seni dan budaya.