
Pandan(Humas). Menjelang pelaksanaan Perkemahan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Utara 2025, seluruh civitas akademika MAN 3 Tapanuli Tengah tengah memantapkan langkah persiapan agar peserta didik dapat tampil maksimal. Kegiatan kemah ini menjadi momentum penting, tidak hanya sebagai ajang keterampilan kepramukaan, tetapi juga sarana pembentukan karakter, kedisiplinan, kemandirian, serta penguatan nilai-nilai Islami, Rabu(18/9).
Sejak beberapa minggu terakhir, peserta didik yang terpilih mengikuti kemah telah dibina secara intensif melalui berbagai program latihan. Persiapan tersebut meliputi latihan baris-berbaris, penguasaan tali-temali, pendalaman materi kepramukaan, pengetahuan lingkungan hidup, keterampilan survival, hingga pembinaan mental spiritual. Selain itu, peserta juga dilatih untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab, kerja sama tim, serta kemampuan beradaptasi di alam terbuka.
Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah, Muallimah Hj. Juraida Siregar, S.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa persiapan yang dilakukan peserta didik harus benar-benar optimal, sebab kegiatan kemah ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan wadah untuk menunjukkan jati diri generasi muda madrasah.
“Perkemahan PWM Sumut 2025 merupakan kesempatan yang sangat berharga. Anak-anak harus memanfaatkannya dengan sebaik mungkin. Persiapan yang matang adalah kunci agar nantinya mereka dapat mengikuti kegiatan dengan penuh semangat, disiplin, dan menjaga nama baik madrasah. Saya berharap peserta didik mampu menunjukkan identitas sebagai generasi madrasah yang unggul, mandiri, dan berakhlak Islami,” ungkap Kepala Madrasah.
Para guru pembina pramuka MAN 3 Tapanuli Tengah juga berperan aktif dalam mendampingi peserta didik selama masa persiapan. Mereka memberikan bimbingan teknis, menanamkan nilai tanggung jawab, serta memastikan setiap anggota tim memahami tugas dan perannya masing-masing. Dukungan dari orang tua peserta didik juga turut memberikan motivasi, sehingga siswa lebih bersemangat dalam menjalani pembinaan.
Selain aspek teknis kepramukaan, peserta juga dipersiapkan dalam hal manajemen diri, seperti menjaga kesehatan, pola makan, hingga manajemen waktu. Hal ini penting agar mereka tetap prima dan siap menghadapi dinamika kegiatan kemah yang biasanya berlangsung padat. Semangat kebersamaan dan gotong royong juga menjadi bekal utama yang terus ditekankan oleh pembina.
Dengan persiapan yang intensif dan menyeluruh ini, MAN 3 Tapanuli Tengah optimis bahwa peserta didiknya akan mampu tampil terbaik dalam Kemah PWM Sumut 2025. Lebih dari itu, pengalaman yang diperoleh diharapkan mampu memperkaya wawasan, memperkuat karakter, serta menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan rasa tanggung jawab sosial di kalangan generasi muda madrasah.(ms)