Pramuka MAN 3 Tapteng Beraksi di Lomba Kuliner Nusantara PWM Sumut 2025

Pandan(Humas). Pramuka MAN 3 Tapanuli Tengah kembali menunjukkan semangat dan kreativitasnya dalam bidang kuliner melalui partisipasi aktif di Lomba Kuliner Nusantara yang diselenggarakan beberapa waktu lalu. Kompetisi yang mengangkat kekayaan ragam kuliner tradisional Indonesia ini menjadi panggung bagi para pelajar untuk mengekspresikan kemampuan memasak sekaligus melestarikan warisan budaya kuliner daerah masing-masing, Sabtu(29/9).

Dalam lomba tersebut, tim Pramuka MAN 3 Tapteng berhasil menarik perhatian juri dan penonton dengan sajian khas yang penuh citarasa, yakni ikan pacak dan bubur bongkol. Kedua hidangan ini merupakan kuliner tradisional yang sudah dikenal dan dicintai di daerah Tapanuli Tengah, namun belum banyak dikenal secara luas di kancah nasional.

Ikan pacak, yang merupakan ikan yang dimasak dengan bumbu khas dan rempah pilihan, berhasil diolah dengan teknik yang matang dan cita rasa autentik oleh para anggota Pramuka. Sedangkan bubur bongkol, makanan tradisional yang berbahan dasar beras dan berbagai rempah, juga disajikan dengan tampilan menarik serta rasa yang menggugah selera.

Menurut ketua tim Pramuka MAN 3 Tapteng, kegiatan lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi semata, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan pelestarian budaya kuliner nusantara yang kaya dan beragam. “Kami merasa bangga dapat ikut serta dalam lomba ini. Selain melatih keterampilan memasak, kami juga dapat memperkenalkan kuliner khas daerah kami kepada lebih banyak orang,” ujarnya.

Selain berfokus pada hasil masakan, tim Pramuka juga menunjukkan kekompakan, semangat gotong-royong, dan kerja sama yang kuat selama persiapan hingga pelaksanaan lomba. Hal ini sesuai dengan nilai-nilai dasar Pramuka yang menanamkan jiwa kepemimpinan, disiplin, dan kebersamaan.

Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah Hj. Juraida Siregar, S.Ag M.Pd menyampaikan apresiasi dan dukungannya kepada seluruh anggota Pramuka yang telah berpartisipasi dalam lomba tersebut. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus memotivasi para siswa untuk menggali potensi diri sekaligus menjaga dan melestarikan kekayaan budaya bangsa.

Lomba Kuliner Nusantara ini menjadi bukti nyata bahwa generasi muda, khususnya melalui kegiatan kepramukaan, mampu berkontribusi dalam melestarikan tradisi dan budaya Indonesia dengan cara yang kreatif dan menyenangkan. Semoga ke depan, kuliner khas daerah seperti ikan pacak dan bubur bongkol semakin dikenal luas dan menjadi kebanggaan tidak hanya di Tapanuli Tengah, tetapi juga di seluruh tanah air.(ms)